Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Syaifullah Yusuf menanggapi tentang wacana kelas menengah yang akan mendapatkan bantuan sosial karena efek dari kenaikan PPN sebesar 12%. Menurutnya, pemerintah saat ini sedang memetakan data mengenai hal tersebut.
“Kita sedang memetakan data. Datanya nanti kalau sudah selesai pasti akan disampaikan kepada publik siapa saja yang berhak mendapatkan dukungan dari pemerintah dan siapa yang tidak. Jadi kita tidak bisa hanya berdasarkan bayangan kita dan angan-angan kita, tapi benar-benar berdasarkan data dan datanya ini sekarang sedang digodok oleh BPS (Badan Pusat Statistik),” ungkapnya di Jakarta, Minggu (1/12).
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya belum mau berandai-andai mengenai bansos untuk kelas menengah ini. Untuk itu, pihaknya masih menunggu data dan juga arahan terkait dengan wacana ini.
“Saya belum berani berandai-andai ya. Tapi yang jelas kita pastikan datanya dulu. Setelah itu baru kita susun intervensinya. Tidak hanya Kementerian Sosial, tapi juga bersama kementerian dan lembaga yang lain. Sekarang kan sudah ada program kan di setiap kementerian dan lembaga. Tinggal nanti kalau sudah jadi data tunggal nanti akan dipetakan semua di lihat kelas mana akan masuk,” tegasnya.
Nantinya, BPS dikatakan akan membuat kriteria dari masyarakat yang berada di kelas menengah, khususnya yang mengalami status naik atau turun kelas.
“Jadi yang membuat kriteria adalah BPS nanti ada ukuran-ukurannya siapa yang masuk kelas menurun dan mana yang dari bawah naik kelas. Kan ada yang turun kelas ada yang naik kelas. Jadi dinamis sekali data itu. Tapi setidak-tidaknya dalam satu tahun itu kan sudah bisa kita programkan sebelumnya,” jelas Gus Ipul.
Untuk pelaksana programnya sendiri menurut Gus Ipul yang akan melaksanakannya bukan hanya Kemensos. “Pelaksananya tidak hanya Kemensos. Nanti bergantung arahan Presiden. Tapi salah satunya adalah Kementerian Sosial,” pungkasnya. (Des/P-3)
Kelas menengah memerlukan dukungan bansos dari pemerintah, utamanya cash transfer untuk menjaga daya beli mereka.
KEPALA Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan penerapan kenaikan tarif PPN 12% berpotensi mundur dari 1 Januari 2025.
ASURANSI jiwa tradisional jangka panjang dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia lanjut. Layanan ini juga diharapkan menjaga finansial berkelanjutan bagi keluarga.
Prioritas diri kelas menengah Indonesia juga bergeser dari Look Good menjadi Feel Good. Mereka tidak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
ASURANSI jiwa seumur hidup dihadirkan untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemegang polis seumur hidup. Ini menyasar kelas menengah yang pasarnya belum tersentuh.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyebut warga yang berada pada golongan kelas menengah atas di Jakarta semakin kaya saat ini. Gini Ratio Meningkat,
Pemerintah didorong untuk menginisiasi kebijakan yang bisa mendukung penciptaan lapangan kerja. Hal itu dinilai lebih baik dan krusial ketimbang menjalankan program Bantuan Subsidi Upah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved