Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HUMAN Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dua istilah yang sering digunakan bersamaan karena saling berkaitan. Hal ini sering membuat orang bingung dan menganggap keduanya sama, padahal berbeda.
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. CD4 adalah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi.
AIDS adalah kumpulan gejala dan penyakit yang muncul akibat infeksi HIV yang telah berkembang sangat parah. Proses perkembangan dari HIV menjadi AIDS dapat memakan waktu sekitar 3-10 tahun, tergantung pada penanganan medis dan kondisi kesehatan penderita.
Jadi, dapat dikatakan HIV adalah virus, sedangkan AIDS adalah kondisi yang terjadi akibat infeksi HIV. Seseorang yang terinfeksi HIV belum tentu langsung mengalami AIDS.
HIV didiagnosis melalui tes darah yang mendeteksi keberadaan virus atau antibodi yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap infeksi HIV. Tes ini bisa dilakukan melalui tes HIV cepat, tes antibodi, atau tes RNA untuk mendeteksi virus dalam darah. Jika seseorang terdiagnosis HIV, pengobatan antiretroviral (ART) dapat dimulai untuk mengendalikan virus dan mencegahnya berkembang menjadi AIDS.
AIDS didiagnosis ketika seseorang yang terinfeksi HIV mengalami penurunan jumlah sel CD4 hingga kurang dari 200 sel per mikroliter darah, atau jika penderita HIV mengembangkan infeksi oportunistik atau kanker tertentu yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang sangat melemah.
Diagnosis ini mengindikasikan tubuh sudah sangat rentan terhadap penyakit serius. Selain itu pasien memerlukan perawatan medis intensif untuk menangani infeksi yang timbul.
AIDS tidak menular karena ini adalah kondisi yang berkembang dari infeksi HIV. Sedangkan HIV dapat menular melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina atau anus, dan ASI ibu.
Penderita HIV dapat hidup lebih lama karena meskipun saat ini HIV belum bisa disembuhkan, penyakit ini dapat dikendalikan dengan pengobatan. Dengan terapi antiretroviral (ART) yang rutin, harapan hidup penderita HIV bisa lebih panjang.
Sedangkan untuk penderita HIV yang sudah berkembang menjadi AIDS, harapan hidup lebih sulit diprediksi. Biasanya, penderita AIDS memiliki harapan hidup sekitar 3 tahun jika pengobatan intensif dilakukan. Tanpa pengobatan, harapan hidup penderita AIDS bisa lebih pendek, bahkan hanya sekitar 1 tahun.
Pada tahap awal, HIV sering tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala ringan. Sedangkan AIDS adalah kondisi yang terjadi setelah infeksi HIV berkembang, sehingga gejalanya bisa lebih parah. Berikut Beberapa gejalanya :
Berikut adalah gejala-gejala HIV dan AIDS yang disusun dalam dua bagian:
(rsud bulelengkab/jatimprov/kamkes/spiritia/alodokter/Z-3)
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved