Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Kesehatan Nasional, yang jatuh pada tanggal 12 November, menjadi momen yang tepat untuk mengulas upaya Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 dari perspektif kesehatan. Pasalnya, Indonesia masih menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan, yaitu tingginya prevalensi penyakit tidak menular seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia, penyakit menular seperti TBC, masalah kesehatan ibu dan anak, serta gizi buruk pada anak-anak. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: bagaimana Indonesia bisa menyiapkan generasi yang sehat dan produktif untuk 2045?
Ketua Umum Rabu Biru Foundation Henny Daeng Parani mengatakan, “Indonesia menghadapi tantangan besar di bidang kesehatan, termasuk dampak pandemi, target Sustainable Development Goals 2030, serta keterbatasan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Selain itu, cakupan pelayanan kesehatan semesta (UHC) perlu diperluas, yang tidak terbatas hanya pada BPJS. No one should be left behind."
"Kami melihat pentingnya kesempatan dan akses untuk pelayanan kesehatan berkualitas demi terwujudnya kedaulatan kesehatan. Misi ini merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itulah Rabu Biru Foundation berikhtiar untuk menjadi mitra pemerintah dalam mensukseskan program kesehatan pemerintahan Prabowo-Gibran,” lanjutnya.
Melalui laporan terbaru yang diluncurkan, Rabu Biru Foundation (RBF) mengungkap temuan dari pemeriksaan kesehatan pada 10.000 lansia, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di berbagai wilayah lewat giat Rumah Sehat Keliling dari yayasan.
Ditemukan bahwa lebih dari 50% menghadapi masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, gizi kurang, dan juga faktor resiko pada ibu hamil seperti hipertensi, anemia dan komplikasi kehamilan berisiko tinggi.
Sebagai yayasan yang peduli pada akses kesehatan bagi masyarakat, RBF berinovasi dengan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui Rumah Sehat Keliling. Fasilitas ini dilengkapi kemampuan untuk melakukan deteksi dini melalui screening awal tepat guna.
Khusus untuk ibu hamil, RBF berinovasi dengan memanfaatkan alat kesehatan teknologi karya anak bangsa berbasis telemedisin, TeleCTG, yang ditempatkan di Rumah Sehat Keliling maupun di Puskesmas untuk membantu bidan mendeteksi faktor risiko pada ibu hamil sejak dini.
"Jika Indonesia ingin benar-benar merasakan manfaat dari bonus demografi dan membentuk tenaga kerja yang kompetitif pada 2045, faktor risiko yang berpotensi menyebabkan komplikasi pada kehamilan, termasuk gizi buruk, sebaiknya dapat dideteksi dan ditangani bahkan sejak dalam kandungan. Langkah ini juga sebagai salah satu upaya untuk membantu mengurangi potensi kematian ibu, bayi dan stunting intra-uterine," ungkap Henny.
Melihat urgensi tersebut, Rabu Biru Foundation menegaskan bahwa deteksi dini dan upaya preventif serta pemanfaatan teknologi adalah solusi strategis sekaligus investasi jangka panjang yang harus dijalankan. Hal itu karena risiko penyakit tidak menular tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup individu, tetapi juga menurunkan produktivitas ekonomi. Hal serupa berlaku jika masalah stunting pada anak tidak segera ditangani. Dampaknya bisa melemahkan potensi generasi Indonesia di masa depan dan berdampak pada ekonomi nasional.
“Pendekatan yang kami lakukan seperti inisiatif Rumah Sehat Keliling dan penggunaan TeleCTG, bila diterapkan dengan cakupan yang lebih besar, dapat melipat gandakan usaha membentuk angkatan kerja dan masyarakat yang sehat dan produktif. Inovasi yang kami terapkan bisa menjadi model yang efektif untuk mendekatkan pelayanan dan membantu meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Jika diimplementasikan lebih luas, program ini berpotensi untuk memberikan manfaat signifikan. Inisiatif kami dirancang untuk menurunkan risiko kesehatan sejak dini dan meringankan beban layanan kesehatan di masa depan.” ujar Anda Sapardan, Anggota Dewan Pakar Kesehatan Rabu Biru Foundation.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Rabu Biru Foundation terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama.
Bagi Indonesia, investasi dalam bidang kesehatan melalui pendekatan preventif bukan hanya soal menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga langkah penting untuk memperkuat ekonomi negara.
“Ketika Indonesia bergerak menuju visi 2045, menjadikan kesehatan sebagai prioritas adalah kunci untuk memastikan bahwa rakyat, sebagai aset terbesar bangsa, bisa berkontribusi untuk masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan,” tutup Henny. (Z-1)
Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di 2025, Daya Group bersama seluruh anak perusahaannya melaksanakan rangkaian kegiatan CSR yang berfokus pada bidang kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan dan mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan selama lebih dari tiga dekade.
Diraihnya dua rekor Muri ini menjadi pengakuan nasional atas kiprah Ayu Widyaningrum di bidang estetika medis yang sudah digelutinya sejak 12 tahun lalu.
Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh 12 November 2025, Kementerian Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, PT Asabri (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan seluruh peserta secara berkelanjutan.
PERINGATAN Hari Kesehatan Nasional 2025 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, digelar dengan upacara bendera di halaman pendapa kabupaten dan dipimpin oleh Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
Buku Generasi Emas 2045 memotret bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang kuat dan sulit digantikan oleh teknologi.
Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menjelaskan terwujudnya generasi emas dimaknai sebagai generasi masa depan yang dibangun dari anak-anak dengan kecukupan gizi.
INSIDEN keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian masyarakat.
Dalam momentum Pekan Imunisasi Nasional 2025, pemerintah bersama tenaga kesehatan dan sektor swasta terus menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak.
Tujuan untuk mempersiapkan kemampuan, sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran selama siswa menempuh pendidikan di SMA dan SMK.
PERAN institusi pendidikan dinilai penting dalam bagian membangun sepak bola sejak usia dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved