Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Beasiswa dan Dukungan Penelitian Indonesia atau Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) dengan bangga mengumumkan pembukaan Beasiswa Arryman untuk 2025.
Beasiswa prestisius ini memberikan peluang bagi para cendekiawan muda Indonesia untuk menempuh studi MSc hingga PhD di bidang Ekonomi, Ekonomi Pembangunan, dan Pembangunan Internasional di SOAS University of London, salah satu universitas terkemuka di Inggris dengan reputasi global di bidang ekonomi dan kajian pembangunan.
“Penerimaan Beasiswa Arryman tahun 2025 adalah yang ke-11 kalinya sejak program ini diluncurkan. Ini juga akan menjadi tahun ketiga untuk studi di SOAS. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ISRSF akan mendanai secara penuh seluruh biaya kuliah, memberikan tunjangan biaya hidup, akomodasi, tiket pulang-pergi Jakarta-London, serta asuransi kesehatan," ujar Kepala Yayasan ISRSF Irfan Hutagalung, dalam siaran pers, dikutip Kamis (31/10).
Irfan menambahkan, setelah menyelesaikan studi doktoral, penerima beasiswa akan menjadi bagian dari Institute for Advanced Research (IFAR), sebuah platform kolaboratif bagi para peneliti untuk memberikan kontribusi bermakna terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
IFAR adalah sebuah jaringan universitas mitra yang dibentuk oleh ISRSF sejak Desember 2021 sebagai konsorsium, dengan anggota seperti Unika Atmajaya, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dan Monash University Indonesia. Masing-masing kampus telah mendirikan IFAR untuk memastikan keberlanjutan dan dampak dari Beasiswa Arryman.
Beasiswa Arryman terbuka bagi sarjana Indonesia berusia maksimal 35 tahun, dengan IPK minimal 3.0 (skala 4.0). Para penerima beasiswa akan menandatangani perjanjian untuk mengabdikan ilmu dan penelitiannya di Indonesia melalui lembaga IFAR. (Z-1)
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved