Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA mainstream memang menghadapi banyak sekali tekanan yang sifatnya kompetisi di antara media-media mainstream itu sendiri. Namun beberapa tahun terakhir media mainstream menghadapi lawan baru yakni influencer.
Hal itu berdampak pada berkurangnya atau bergesernya iklan yang berasal dari brand dari swasta maupun pemerintah.
"Lawan barunya ini sebetulnya orang internet kita juga yaitu para influencer. Tempaan atau tekanan pada media mainstream makin berat dengan banyaknya influencer-influencer yang notabene ini generasi-generasi baru yang boleh dikatakan sangat santai, sangat informal, dan sangat mudah," kata Anggota Dewan Pers Totok Suryanto dalam diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (30/10).
Ia mengatakan kehadiran influencer menyajikan produksi yang ringan tetapi dampaknya besar yang menekan media mainstream yang bekerja dengan penuh dengan banyak hal dan materi-materi yang berat.
Dari awal saja, influencer bisa membuat platformnya sendiri dengan kecanggihan teknologi saat ini. Sementara membangun media mainstream sangat sulit karena padat karya, padat modal, padat teknologi dan padat momentum.
"Kalau kita nggak punya momentum yang kuat, maka tiga poin yang sudah kita keluarkan tadi nggak akan ada gunanya. Saya lihat anak-anak muda itu ketika ketemu disini sama saya, dia hanya modal handphone, bajunya santai, celana jeans pendek, tapi dibaca itu diikuti 2-4 juta orang," ucapnya.
Jika bicara efisiensi maka hal itu memang efisien. Tetapi media mainstream tetap harus menjadi sesuatu yang harus dijaga kehadirannya karena media mainstream bekerja dengan tata kelola yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Kalau Dewan Pres wajib bicara tentang kode etik jurnalistik dengan segala situasinya," pungkasnya. (Z-9)
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pihak kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik aksi intimidasi tersebut.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
LPSK membuka peluang perlindungan bagi aktivis dan influencer yang diduga mengalami intimidasi dan teror usai menyampaikan kritik, termasuk teror fisik dan digital.
Perkembangan bisnis media saat ini juga dipengaruhi sejumlah platform online yang memudahkan akses bagi masyarakat,
Media konvensional, seperti televisi dan radio, tunduk pada regulasi yang sangat ketat, mulai dari pengaturan siaran hingga pembatasan konten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved