Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pendampingan terhadap delapan provinsi yang menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk siaga darurat karhutla sendiri sejak bulan April, kita sudah melakukan pendampingan melekat dan memberikan dukungan sarana prasarana satgas darat seperti pompa dan alat-alat pemadaman darat lainnya," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat dihubungi, Minggu (13/10).
Abdul menyatakan, pihaknya juga mengoperasikan heli water bombing dan heli patroli sejak bulan April. Khususnya di beberapa provinsi prioritas yang memang kondisinya atau laporannya menyebutkan bahwa luasan atau frekuensi kejadian karhutla cukup tinggi.
Namun demikian, Abdul menegaskan bahwa saat ini sudah mulai lewat dari musim kemarau sehingga BNPB sekarang mempersiapkan menghadapi musim penghujan.
"Sebenernya ini pada periode Oktober ini sudah akan selesai musim kemaraunya. Sehingga BNPB sekarang fokusnya sudah mulai beralih dari karhutla. Meskipun kita tidak menghilangkan kesiapsiagaan kita. Tetapi kita harus sudah beralih untuk menyiapkan segala sarana prasarana pendampingan untuk daerah menghadapi musim penghujan," jelas dia.(H-2)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Jumlah hotspot tahun 2024 periode 1 Januari s.d. 10 Oktober sebanyak 3.163 titik sedangkan tahun 2023 sebanyak 7.786 titik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved