Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pendampingan terhadap delapan provinsi yang menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk siaga darurat karhutla sendiri sejak bulan April, kita sudah melakukan pendampingan melekat dan memberikan dukungan sarana prasarana satgas darat seperti pompa dan alat-alat pemadaman darat lainnya," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat dihubungi, Minggu (13/10).
Abdul menyatakan, pihaknya juga mengoperasikan heli water bombing dan heli patroli sejak bulan April. Khususnya di beberapa provinsi prioritas yang memang kondisinya atau laporannya menyebutkan bahwa luasan atau frekuensi kejadian karhutla cukup tinggi.
Namun demikian, Abdul menegaskan bahwa saat ini sudah mulai lewat dari musim kemarau sehingga BNPB sekarang mempersiapkan menghadapi musim penghujan.
"Sebenernya ini pada periode Oktober ini sudah akan selesai musim kemaraunya. Sehingga BNPB sekarang fokusnya sudah mulai beralih dari karhutla. Meskipun kita tidak menghilangkan kesiapsiagaan kita. Tetapi kita harus sudah beralih untuk menyiapkan segala sarana prasarana pendampingan untuk daerah menghadapi musim penghujan," jelas dia.(H-2)
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Jumlah hotspot tahun 2024 periode 1 Januari s.d. 10 Oktober sebanyak 3.163 titik sedangkan tahun 2023 sebanyak 7.786 titik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved