Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN setengah matang, seperti telur setengah matang, daging yang tidak sepenuhnya matang, atau sayuran yang hanya direbus sebentar, bisa menjadi pilihan yang populer bagi banyak orang.
Hal tersebut dianggap lebih lezat atau lebih mudah dicerna. Namun, mengonsumsi makanan setengah matang juga memiliki risiko kesehatan tertentu.
Makanan setengah matang, terutama daging, unggas, dan telur, bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Konsumsi makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi makanan yang serius.
Baca juga : 8 Bahaya Sering Begadang, Bisa Mengganggu Kesehatan Mental
Gejala keracunan makanan, seperti mual, muntah, diare, dan kram perut, bisa muncul setelah mengonsumsi makanan setengah matang yang terkontaminasi. Dalam kasus yang parah, keracunan makanan dapat memerlukan perawatan medis.
Mengonsumsi makanan yang tidak matang sepenuhnya dapat menyebabkan infeksi berulang, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
Beberapa penyakit menular, seperti hepatitis A atau listeriosis, dapat ditularkan melalui makanan setengah matang yang terkontaminasi. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, terutama bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca juga : 5 Jenis Makanan Ini Terbaik untuk Mencegah Kanker Payudara, Apa Saja?
Beberapa sayuran yang dimasak setengah matang mungkin tidak sepenuhnya melepaskan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Memasak sayuran dengan benar dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi tertentu dan mematikan senyawa anti-nutrisi.
Mengonsumsi daging setengah matang dari hewan yang telah diberikan antibiotik dapat berkontribusi pada perkembangan bakteri resisten terhadap antibiotik, yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Makanan setengah matang, terutama daging babi dan ikan, dapat mengandung parasit seperti cacing pita, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika tertelan.
Jika Anda masih ingin menikmati makanan setengah matang, berikut adalah beberapa cara untuk meminimalkan risiko kesehatan:
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda dapat mengurangi risiko yang terkait dengan konsumsi makanan setengah matang dan menjaga kesehatan Anda dan keluarga. (Z-12)
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Variasi makanan sangat berpengaruh terhadap kesehatan sistem pencernaan dan kondisi tubuh anak secara menyeluruh.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Kunci utama menghalau virus flu terletak pada kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan asupan vitamin dari buah-buahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved