Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA kecut atau asam sering kali menjadi kejutan menyenangkan di dalam berbagai hidangan. Mulai dari segarnya buah jeruk hingga rasa khas yoghurt dan acar.
Sensasi kecut tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menyimpan banyak manfaat kesehatan.
Makanan dengan rasa asam alami biasanya berasal dari buah-buahan, sayuran, atau proses fermentasi yang memberi keuntungan besar bagi tubuh kita. Namun, apa sebenarnya yang membuat rasa kecut begitu bermanfaat?
Baca juga : WHO dan PBB Didesak Stop Israel Lumpuhkan Sistem Kesehatan Libanon
Makanan yang memiliki rasa asam alami, seperti lemon, jeruk nipis, dan cuka apel, dikenal mampu membantu proses pencernaan. Kandungan asam sitrat yang ada dalam buah-buahan seperti ini dapat merangsang produksi enzim pencernaan di lambung, membantu pemecahan makanan lebih efisien. Tak heran jika banyak orang mengonsumsi air lemon hangat di pagi hari untuk memulai hari dengan sistem pencernaan yang lebih baik.
Selain itu, makanan fermentasi seperti kimchi, yoghurt, atau sauerkraut yang mengandung rasa asam juga memiliki probiotik, yaitu bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroflora di usus. Dengan mengonsumsi makanan ini, kita dapat meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi masalah seperti sembelit atau diare.
Rasa kecut pada buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi menandakan adanya kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C, atau asam askorbat, merupakan nutrisi penting yang memiliki banyak fungsi di dalam tubuh. Salah satu peran utamanya adalah memperkuat sistem imun tubuh sehingga kita tidak mudah terserang penyakit.
Baca juga : 5 Jenis Makanan Ini Terbaik untuk Mencegah Kanker Payudara, Apa Saja?
Selain itu, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan mengonsumsi makanan asam yang kaya vitamin C, kulit kita juga bisa terlihat lebih sehat karena vitamin ini membantu produksi kolagen, protein penting yang menjaga elastisitas kulit.
Tak hanya memanjakan lidah, rasa kecut juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung kita. Buah-buahan asam seperti grapefruit dan jeruk mengandung flavonoid, senyawa alami yang telah terbukti mampu mengurangi risiko penyakit jantung. Flavonoid berperan dalam menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), serta mengurangi kolesterol jahat (LDL) di dalam darah.
Selain itu, buah-buahan seperti lemon dan limau juga memiliki kemampuan untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap sehat dan mencegah penumpukan plak yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Baca juga : PAFI Natuna Berperan Aktif Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil
Makanan dengan rasa asam, terutama yang mengandung cuka atau lemon, sering kali digunakan dalam proses detoksifikasi tubuh. Meski terdengar paradoks, meski bersifat asam, bahan-bahan ini memiliki efek alkali setelah dicerna, yang membantu menjaga keseimbangan pH tubuh.
Kondisi tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kelelahan, sakit kepala, atau inflamasi. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan asam yang menyeimbangkan pH tubuh sangat penting.
Lemon dan jeruk nipis juga dikenal memiliki efek diuretik ringan, yang dapat membantu membersihkan ginjal dan mendetoksifikasi tubuh dari zat-zat berbahaya yang menumpuk.
Tak hanya baik untuk dikonsumsi, rasa asam juga sering ditemukan dalam produk-produk perawatan kulit seperti masker atau serum. Kandungan asam alfa-hidroksi (AHA) yang sering ditemukan dalam buah-buahan asam dapat membantu mengangkat sel kulit mati, mencerahkan kulit, dan mengurangi tanda-tanda penuaan.
Rasa kecut pada makanan bukan hanya soal sensasi rasa, tetapi juga sumber dari banyak manfaat kesehatan. Mulai dari meningkatkan sistem pencernaan, melindungi tubuh dari radikal bebas, hingga menjaga kesehatan jantung dan kulit, makanan asam memiliki khasiat luar biasa yang tak boleh diabaikan. Ingat! Jangan berlebihan saat menginsumsi asam, konsumsilah secukupnya. (healthshots/Alo dokter/Z-3)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved