Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Hewan Sedunia merupakan acara tahunan yang diperingati pada 4 Oktober, untuk merayakan hak asasi dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia. Peringatan ini merupakan hal penting dan diperingati sejak 1925, dengan semakin berkembangnya komunitas internasional yang berupaya mengakhiri penderitaan semua hewan yang tidak perlu.
Pada 4 Oktober, orang-orang di seluruh dunia akan berkumpul untuk merayakan Hari Hewan Sedunia. Di sudut mana pun di planet ini, tidak peduli negara mana yang Anda jelajahi, hewan akan selalu memiliki dampak yang kuat pada budaya di wilayah tersebut.
Lalu, seperti apa sejarah Hari Hewan Sedunia? Berikut sejarah yang perlu Anda ketahui.
Baca juga : 10 Contoh Hewan Omnivora, Begini Ciri-cirinya
Dikutip dari National Today, Hari Hewan Sedunia dimulai sejak 1925 ketika Heinrich Zimmermann menyelenggarakan perayaan pertama di Berlin. Zimmermann, penerbit majalah pecinta hewan Jerman, “Man and Dog,” meluncurkan acara tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan hewan.
Tanggal 4 Oktober juga dikenal sebagai hari raya Santo Fransiskus dari Assisi, Santo pelindung hewan. Dicintai semua umat Katolik, Santo Fransiskus terkenal karena caranya yang luar biasa dalam memperlakukan hewan dan semua makhluk hidup.
Santo Fransiskus juga merupakan nama kepausan yang dipilih untuk Yang Mulia sendiri, Paus Fransiskus. Beberapa gereja Katolik bahkan dikenal memberikan berkat kepada hewan peliharaan pada hari ini untuk menghormati semua yang telah dilakukan Santo Fransiskus bagi hewan.
Baca juga : Gurun Sahara: Tumbuhan, Hewan, Penduduk, Ekonomi, Transportasi, dan Eksplorasi
Hari Hewan Sedunia juga menjadi ajang bagi para ahli ekologi untuk membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan spesies yang terancam punah. Dimulai tahun 2003, lembaga amal yang berpusat di Inggris, Naturewatch Foundation, telah mensponsori acara tersebut dan menyelenggarakan berbagai cara bagi para pecinta hewan di seluruh dunia untuk ikut ambil bagian dan menyuarakan aspirasi mereka untuk mendukung sahabat-sahabat hewan kita.
Hari ini bukan hanya untuk hewan peliharaan, tetapi juga untuk hewan liar, spesies yang terancam punah, dan mereka yang terancam kerusakan lingkungan atau kurangnya perlindungan. Hari ini menjadi pengingat untuk tidak hanya mencintai hewan di rumah kita, tetapi juga untuk menghargai dan menghormati semua makhluk hidup yang menjadi bagian dari ekosistem kita.
Hari Hewan Sedunia diperingati dengan berbagai cara di setiap negara, tetapi di setiap negara memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan diseluruh dunia sehingga membuat dunia yang kita tinggali ini menjadi tempat yang lebih aman lagi bagi semua hewan.
Baca juga : 11 Hewan Paling Unik dan Mengerikan di Hutan Amazon
Selama ini, manusia telah membahayakan kesejahteraan hewan dengan menghancurkan habitat alami hewan untuk bangunan baru atau pertanian, menguji bahan kimia pada hewan dan sebagainnya.
Tujuan Hari Hewan Sedunia juga untuk mengangkat isu-isu dan memberikan perlindungan untuk seluruh spesies hewan di dunia.
Hari Hewan Sedunia dapat menyatukan semua manusia demi meningkatkan kehidupan hewan. Ini berarti semua orang, tanpa memandang kebangsaan, keyakinan, agama, atau ideologi politik, dipersilakan untuk ikut serta membuat perubahan.
Maksud utamanya adalah memastikan hewan diakui sebagai makhluk berakal dan kita melakukan semua yang kita bisa untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. (Z-3)
stres oksidatif memicu berbagai penyakit pada hewan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan pada tubuh
Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) memvaksinasi 663 ekor hewan penular rabies (HPR) selama November 2025.
Kesejahteraan hewan (animal welfare) semakin menjadi isu global karena implikasinya terhadap etika, lingkungan, kesehatan publik, hingga ekonomi.
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Bumi menyimpan berbagai hewan dengan bentuk dan perilaku yang begitu unik hingga sulit dipercaya bahwa mereka benar-benar ada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved