Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Hari Jantung Sedunia (World Heart Day/WHD) diperingati setiap tahun pada tanggal 29 September, dan pada tahun 2024 ini, tema yang diusung adalah "Gunakan Hati untuk Bertindak" (Use Heart for Action). Kampanye ini berlangsung selama tiga tahun (2024-2026) dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2021, penyakit jantung bertanggung jawab atas 17,8 juta kematian di seluruh dunia, yang berarti satu dari tiga kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, momen Hari Jantung Sedunia ini menjadi ajang penting untuk menyerukan aksi nyata dalam menjaga kesehatan jantung.
Selain kampanye kesehatan, peringatan Hari Jantung Sedunia juga didukung oleh penerbitan prangko dengan tema jantung. Salah satu contohnya adalah seri prangko bertema "Hari Jantung Sedunia" yang diterbitkan di Malaysia pada 24 September 2020. Prangko ini terdiri dari lima desain berbeda yang dirangkai secara se-tenant—istilah dalam filateli yang mengacu pada beberapa prangko yang berdampingan dan membentuk satu gambar utuh.
Baca juga : TMII dan PosIND Sepakati MoU Pengembangan Museum Prangko
"Prangko bertema jantung ini bukan hanya sekadar koleksi, tetapi juga sarana edukasi yang efektif untuk menyampaikan pesan penting tentang menjaga kesehatan jantung," ujar Filatelis dan pemerhati kesehatan Isman Budiman.
Dengan pesan "Jantungku Tersayang. I ♡ my ♡, Let It Beat! Teruskan Berdenyut", setiap prangko dalam seri ini menyampaikan pesan penting terkait gaya hidup sehat, seperti mengendalikan stres, tidak merokok, berolahraga secara rutin, dan memilih makanan sehat. Pesan ini sangat relevan dengan tujuan kampanye WHD untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jantung.
Sebelum WHD ditetapkan pada tahun 2000, Indonesia sendiri sudah pernah menerbitkan prangko yang mendukung kampanye kesehatan jantung. Pada 7 April 1972, Indonesia menerbitkan prangko bertema "Kampanye Jantung Sedunia" dengan pesan "Djantung Anda Denjutan Keluarga" yang menggambarkan pentingnya menjaga kesehatan jantung demi kesejahteraan keluarga.
Baca juga : Pameran dan Kompetisi Filateli Internasional Digelar di Pos Bloc Jakarta
WHD menjadi momen penting bagi lebih dari 90 negara untuk menyebarkan informasi tentang penyakit kardiovaskular (Cardiovascular Disease/CVD), yang meliputi serangan jantung, aritmia (gangguan irama jantung), hingga stroke. Penyakit kardiovaskular menyerang jantung dan pembuluh darah, dan dapat dicegah dengan gaya hidup sehat.
Beberapa cara sederhana untuk menjaga jantung tetap sehat adalah dengan:
Mari bersama-sama menjaga kesehatan jantung kita dengan menjalani gaya hidup sehat dan berpartisipasi dalam kampanye global ini. Selamat Hari Jantung Sedunia 2024! (Z-8)
Setiap 29 September selalu diperingati Hari Jantung Sedunia sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jantung.
Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
PENYAKIT jantung mengancam generasi muda Indonesia. Jantung menjadi peringkat kedua tertinggi secara nasional.
Penyakit jantung merupakan penyakit yang menyebabkan resiko kematian cukup besar, baik di Indonesia maupun dunia.
Pakar nutrisi mengingatkan kembali bahwa kesehatan jantung dapat dijaga dengan langkah-langkah sederhana yang konsisten dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam Hari Jantung Sedunia.
Menurut Kementerian Kesehatan (Riskesdas 2018), prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5% dari total penduduk.
Peluncuran prangko ini merupakan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan narasi sejarah sebagai bagian dari memori kolektif bangsa,
PT Pos Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan prangko seri 150 Tahun Perhimpunan Pos Sedunia (Universal Postal Union/UPU).
Selain barang mewah, prangko juga bisa memiliki nilai yang mencengangkan. Di tengah kemajuan teknologi, prangko tetap memiliki tempat istimewa bagi kolektor.
Filateli memiliki sejarah panjang sejak prangko pertama kali diperkenalkan di Inggris pada 1840 dan di Indonesia pada 1868.
perangko NFT ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia dalam rangka beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved