Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TUBERCLOSIS (Tb) telah menjadi masalah kesehatan global selama berabad-abad, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis, TB menyebar melalui udara, umumnya dari penderita aktif yang batuk, bersin, atau berbicara. Walaupun ada kemajuan dalam upaya pengendalian, Tb masih menjadi ancaman serius, terutama dengan munculnya Tb yang resisten terhadap obat-obatan (MDR-TB). Di Indonesia, TB menjadi salah satu prioritas kesehatan utama, mengingat tingginya jumlah kasus yang terus meningkat setiap tahunnya.
Pada semester pertama tahun 2024, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 30 ribu kasus Tb baru di Jakarta selama enam bulan pertama. Angka ini mencerminkan beban besar yang dihadapi Indonesia dalam pengendalian penyakit ini.
Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan pengobatan Tb melibatkan kombinasi antibiotik yang harus dikonsumsi secara teratur selama enam hingga sembilan bulan. Pengobatan ini harus diselesaikan hingga tuntas untuk mencegah resistensi obat. Kasus Tb yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk MDR-TB, yang memerlukan pengobatan lebih lama dan lebih kompleks.
Baca juga : Tuberkolusis hingga Rokok, Masalah Kesehatan Paru Harus Mendapat Perhatian Khusus dari Pemerintah Mendatang
"Pencegahan Tb meliputi vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk anak-anak guna mencegah bentuk Tb yang berat. Edukasi kesehatan masyarakat tentang pentingnya etika batuk dan kebersihan pernapasan," kata Dicky, Selasa (17/9).
Skrining rutin pada kelompok berisiko tinggi, seperti petugas kesehatan dan orang yang tinggal di rumah dengan penderita Tb harus rutin dilakukan.
Adapun faktor yang berkontribusi penyebaran Tb antara lain kepadatan penduduk kota-kota besar seperti Jakarta memiliki populasi padat, meningkatkan risiko penularan. Kemudian stigma sosia: Banyak penderita Tb yang enggan untuk mendapatkan diagnosis atau pengobatan karena takut dikucilkan.
"Ada juga pandemi covid-19 karena pandemi ini telah menyebabkan gangguan dalam layanan kesehatan, termasuk program deteksi dan pengobatan Tb. Ada juga meningkatnya resistensi oba, kasus MDR-TB di Indonesia menjadi tantangan besar dalam pengobatan dan memerlukan penanganan khusus," ujar Dicky.
Selain itu, kemiskinan adalah faktor yang turut berkontribusi pada sulitnya mengendalikan penyakit Tb. (S-1)
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Selain daya tahannya yang tinggi, karakteristik biologis bakteri ini juga menjadi tantangan dalam proses diagnosis.
TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meski terutama menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menginfeksi organ lain.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global terbesar. Delapan negara, termasuk Indonesia, menyumbang sekitar 68% dari total kasus TB di dunia.
TUBERKULOSIS (TB) tanpa gejala (asymptomatic tuberculosis) menjadi penyakit yang harus diwaspadai masyarakat karena tetap bisa menyebabkan penularan.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
TUBERKULOSIS (TB) bisa menular dengan cepat antarmanusia melalui udara. Penyakit tersebut bisa dialami oleh semua orang, tetapi ada 5 kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terkena TB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved