Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melanjutkan komitmennya dalam pengembangan pencak silat di wilayahnya khususnya di jenjang sekola. Terbaru, pencak silat resmi dijadikan muatan lokal (mulok) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat meluncurkan buku muatan lokal pencak silat jenjang SMP tahun 2024 yang digelar di Global Islamic School, Buaran Serpong, kemarin.
"Jadi kearifan lokal, muatan lokal kekayaan budaya kita, kekayaan kultur kita di bidang silat ini harus jadi bagian integral dari sistem pendidikan dan pengajaran di Kota Tangerang Selatan,"tandas Benyamin.
Baca juga : Atasi Kekeringan di Tangsel Siapkan Sumur Bor dan Distribusi Air Bersih untuk Warga
Tujuannya kata Benyamin, Pemkot Tangsel tidak hanya ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas secara otak. Tetapi, mampu menjadi cerdas dalam nuraniah dan hal lainnya.
"Karena saat ini tantangannya anak-anak kita luar biasa ya. Anak tingkat SMP itu tingkat emosi atau amarahnya saja bisa lebih tinggi dari badannya. Nah ini harus kita arahkan," cetusnya.
Benyamin menyoroti pentingnya aktivitas tambahan di luar sekolah yang mampu meningkatkan kemampuan SDM sekaligus memberikan prestasi bagi peserta didik.
Baca juga : SMAN 2 Tangsel Ukir Prestasi ,Sabet 2 Medali Emas Olimpiade Sains Nasional 2024
Oleh karenanya, mulok pencak silat ini sebagai bentuk upaya pengembangan karakter, memperkenalkan kekayaan budaya hingga sikap mental yang positif.
"Jadi yang harus kita bangun kearifan di dalam pikiran dan kekuatan batinnya. Insyaallah dengan silat ini bisa terarahkan, sehabis itu ajari akhlaknya," tandasnya.
Harapannya silat dapat berperan penting dalam membentuk karakter yang baik dan membangun kesadaran sosial di kalangan generasi muda.(Z-8)
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
Pemkot tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Sistem pengelolaan sampah belum dirancang untuk menghadapi situasi darurat, padahal kota dengan kepadatan tinggi seperti Tangsel sangat rentan terhadap gangguan layanan dasar.
Penanganan dilakukan setelah warga melaporkan tumpukan sampah yang menggunung hingga mendekati atap bangunan pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved