Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menargetkan ekonomi Indonesia dapat dikuasai oleh para nazir wakaf melalui optimalisasi aset wakaf produktif.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa harta benda wakaf memiliki potensi besar untuk dikapitalisasi demi memperkuat ekonomi umat melalui filantropi Islam.
"Kami menargetkan ekonomi Indonesia dapat dikuasai oleh nazir. Banyak aset wakaf yang dapat diproduktifkan dan berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi umat," ungkap Waryono dalam Musyawarah Nasional (Munas) Forum Wakaf Produktif (FWP) III yang diadakan di Daarut Tauhiid Bandung pada Jumat (6/9)
Baca juga : Kemenag Tunjukkan Best Practice Zakat dan Wakaf di G20 Interfaith Forum Brazil
Dalam pidatonya, Waryono juga menekankan pentingnya kolaborasi antar stakeholder wakaf untuk membangun pusat pengembangan wakaf yang terpadu.
Ia membayangkan adanya wilayah percontohan yang mencakup pasar, sekolah, masjid, dan lembaga kajian, yang dapat menjadi pusat ekonomi berbasis wakaf.
"Kita bisa menciptakan wilayah luas sebagai destinasi percontohan wakaf, di mana ekonomi, pendidikan, dan kegiatan sosial bersatu. Di sana, kita tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang berdampak luas bagi masyarakat," tambahnya.
Baca juga : Kemenag Dorong Majelis Taklim Perkuat Pemberdayaan Ekonomi dan Wakaf Entaskan Kemiskinan
Munas ini dihadiri oleh 55 nazir wakaf yang telah terdaftar dan berizin dari Badan Wakaf Indonesia, serta diharapkan menghasilkan kebijakan strategis yang mendukung pertumbuhan ekosistem wakaf di Indonesia.
Waryono mengajak, para nazir untuk terus bersatu dan berkolaborasi dalam mencapai cita-cita tersebut.
"Jika elemen-elemen wakaf bersatu, kita bisa dengan mudah menyediakan layanan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti rumah sakit dan fasilitas umum lainnya," lanjut dia.
Baca juga : Ditjen Bimas Islam dan LKS-PWU Dorong Gerakan Indonesia Berwakaf
Ketua Forum Wakaf Produktif Bobby Manulang menyebutkan bahwa Munas FWP III bertujuan untuk memperkuat sinergi antar berbagai pihak, termasuk nazir, akademisi, pemerintah, dan stakeholder lainnya.
"Munas kali ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem wakaf nasional, terutama dalam menghadapi era digital dan mendorong inovasi dalam pengelolaan wakaf. Kami juga akan membahas isu terkait kompetensi nazir di era digital, penguatan regulasi, dan kolaborasi dengan ekosistem keuangan syariah," jelas Bobby.
Munas FWP ini diharapkan dapat memajukan sektor wakaf, memperkuat literasi wakaf, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. (Z-10)
Kemenag Maluku melaporkan hilal 1 Syawal 1447 H gagal terlihat di Negeri Wakasihu karena posisi hilal masih di bawah 2 derajat.
Kemenag melaporkan posisi hilal 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Simak analisis astronomis selengkapnya.
Klik di sini untuk link live streaming hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Pantau jadwal dan pengumuman resmi Lebaran 2026.
Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dipusatkan di Bantul. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat sore ini.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
KPK ungkap eks Stafsus Menag Yaqut patok fee Rp42,2 juta per jemaah untuk percepat haji. Simak kronologi dan skema "Kuota T0" di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved