Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP 5 September diperingati sebagai Hari Amal Sedunia. Peringatan ini ditetapkan secara langsung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2012.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), amal adalah perbuatan yang dilakukan dengan tujuan untuk berbuat kebaikan terhadap masyarakat. Beramal memiliki gagasan yang sama dengan sukarela dan filantropi. Yaitu memberikan ikatan sosial yang nyata dan berkontribusi pada penciptaan masyarakat yang inklusif dan lebih tangguh.
Amal dapat meringankan dampak terburuk dari krisis kemanusiaan, melengkapi layanan publik dalam perawatan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan perlindungan anak. Hal ini membantu kemajuan budaya, ilmu pengetahuan, olahraga, dan perlindungan warisan budaya dan alam.
Baca juga : PBB Bawa Putusan ICJ ke Majelis Umum
Dilansir dari laman resmi PBB Indonesia, 5 September dipilih untuk memperingati ulang tahun wafatnya Bunda Teresa dari Kalkuta, yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1979 "untuk pekerjaan yang dilakukan dalam perjuangan mengatasi kemiskinan dan kesusahan, yang juga merupakan ancaman bagi perdamaian."
Bunda Teresa, biarawati dan misionaris terkenal ini, lahir dengan nama Agnes Gonxha Bojaxhiu pad 1910. Pada 1928 ia pergi ke India, di mana ia mengabdikan dirinya untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Pada 1948 ia menjadi warga negara India dan mendirikan ordo Misionaris Cinta Kasih di Kolkota (Kalkuta) pada tahun 1950, yang terkenal karena karyanya di antara orang miskin dan orang yang sekarat di kota itu.
Selama lebih dari 45 tahun ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sambil memandu ekspansi Misionaris Cinta Kasih, pertama di India dan kemudian di negara-negara lain, termasuk rumah sakit dan rumah untuk orang miskin dan tunawisma.
Baca juga : Memperingati Hari Braille Sedunia, Begini Sejarahnya
Karya Bunda Teresa telah diakui di seluruh dunia dan dia telah menerima sejumlah penghargaan demi penghargaan, termasuk Hadiah Nobel Perdamaian. Bunda Teresa meninggal dunia di 5 September 1997, pada usia 87 tahun.
Sebagai pengakuan atas peran amal organisasi, individu termasuk karya Bunda Teresa, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 5 September, ulang tahun wafatnya Bunda Teresa, sebagai Hari Amal Internasional.
Dilansir dari laman resmi PBB Indonesia, Hari Amal Sedunia didirikan dengan tujuan untuk menyadarkan dan memobilisasi masyarakat, LSM, dan pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk membantu orang lain melalui kegiatan sukarela dan filantropi.
Makna Hari Amal Sedunia yang diperingati setiap 5 September ini, yaitu untuk mengingatkan kepada khalayak pentingnya berbagi dan membantu sesama. Selain itu Hari Amal Sedunia sebagai panggilan untuk bertindak dan terlibat dalam kegiatan amal, seperti donasi, waktu, maupun tenaga, demi menciptakan dunia yang lebih baik. (Z-3)
Bunda Teresa dari Kalkuta menjadi sosok utama di balik lahirnya Hari Amal Sedunia yang diperingati setiap 5 September.
Banyak hal positif yang kita bisa pelajari dari Bunda Teresa.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis Indonesia dapat mewujudkan net-zero emission lebih cepat dari target pada tahun 2060.
Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia, saat ini, merupakan salah satu penyumbang terbanyak jumlah Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan global.
Dalam pidatonya, Prabowo berbicara soal isu kemanusiaan yang tidak hanya dialami warga Palestina, tetapi juga Indonesia yang pernah merasakan dijajah oleh kolonialisme selama berabad-abad.
Ini merupakan pertama kalinya setelah satu dekade Presiden Indonesia kembali hadir langsung di panggung Sidang Majelis Umum PBB.
Pada Jumat (12/9), Majelis Umum PBB dengan resmi meloloskan sebuah resolusi yang menekankan dukungan internasional untuk penyelesaian dua negara dalam konflik antara Israel dan Palestina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved