Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
SEJUMLAH lansia nampak bahagia melepas penat mereka bermain di pusat hiburan keluarga Timezone. Mereka sengaja diajak oleh Timezone Indonesia untuk memperingati dan memeriahkan World Senior Citizen's Day.
CEO TEEG Indonesia, Naveen H. mengatakan bahwa ajakan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Timezone. Pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dengan para lansia yang ingin menikmati kembali permainan-permainan menarik dan seru di Timezone.
"Saat ini banyak jenis entertainment yang mungkin merupakan jerih payah dari para lansia dulu. Jadi hari ini adalah saat yang tepat untuk kita memberi kembali kepada lansia," ujar Naveen dalam keterangannya, Rabu (21/8).
Baca juga : Temuan Riset Formatif tentang Pemilih Lansia di Indonesia
Timezone, kata dia, merupakan pusat hiburan keluarga. Bukan hanya anak-anak yang bisa menikmati permainan-permainan di tempat itu, tetapi juga para orang tua dan lansia.
Menurutnya, di Timezone terdapat banyak permainan-permainan dan hiburan menarik yang dapat dinikmati kaum lansia. Lewat permainan dan hiburan, para lansia bisa mengeluarkan sisi kekanak-kanakan mereka.
"Bermain game kita merasa happy, relax. Tubuh kita jadi bugar, secara mental dan secara fisik sangat bermanfaat. Ketika bermain game kita merasa muda dan merasa bisa melakukan semua hal," imbuhnya.
Untuk memperingati hari istimewa ini, Timezone mengundang komunitas lansia di sekitar venue untuk berpartisipasi dalam aktivitas menyenangkan bersama anak dan cucu mereka. Selain itu, para eksekutif dari Summarecon Mall bergabung dalam perayaan ini, menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama.
“Kami juga memberikan kesempatan bagi tim Fun Squad kami dari kantor pusat Timezone untuk mengajak orang tua mereka bermain bersama. Kami berharap misi Timezone untuk menyebarkan kebahagiaan dan menciptakan momen tak terlupakan dapat dirasakan pada hari-hari istimewa seperti ini," tandasnya.(van)
Melalui terapi ini, dapat dibentuk jaringan baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak yang menyebabkan kerusakan organ.
Sekitar 80% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Operasi menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan penglihatan pasien.
TKT lansia dan latihan kognitif untuk lansia dilakukan melalui aktivitas senam otak (brain gym) dan bermain puzzle (puzzle therapy).
Lansia yang sudah mengalami penurunan fungsi kognitif yang bisa mendadak jadi kekanakan.
Gerakan Ling Tien Kung memiliki gerakan sederhana dan efektif dan bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak dan lansia.
Suasana klasik dengan sentuhan modern langsung menyapa setiba sampai di Uma Oma Authentic Indonesian Food & Cafe.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved