Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI dari Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan beberapa gejala untuk membedakan demam berdarah dengue (DBD), tipus, dan malaria. Meskipun diakuinya cukup sulit membedakan gejala tiga jenis penyakit tersebut.
Baca juga : Ini Perbedaan Gejala DBD, Tipus, dan Malaria
“Cukup sulit (membedakannya) karena gejalanya sama demam,” kata dr Adityo Susilo, Sp.PD-KPTI, FINASIM, dari Divisi Infeksi Tropis Fakultas Kedokteran dilansir dari Antara.
DBD, terang Adityo, merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, ujarnya. Ciri-ciri nyamuk demam berdarah adalah terdapat bintik-bintik putih pada tubuhnya, tambahnya.
Baca juga : Makanan yang Wajib Dikonsumsi Pasien Demam Berdarah
Salah satu gejala DBD yang mencolok, sambung dia, demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba dan disertai sakit kepala hebat, mata terasa berat, nyeri otot, dan lemas.
Baca juga : Meningkat Tajam, Kasus DBD di Klaten Tembus 1.009 Sepanjang 2024, 31 Warga Meninggal
Infeksi ini, sebutnya, juga dapat mengganggu proses pencernaan di lambung.
“ Oleh karena itu, penderita juga sering merasa mual, nyeri pada ulu hati, sehingga kemampuan makan dan minum sangat berkurang,” terang Adityo.
Baca juga : DBD di Klaten Tembus 1.009 Kasus, 31 Warga Meninggal
Gejala-gejala tersebut, kata dia, muncul pada fase awal, saat virus masih sangat aktif, dan umumnya berlangsung selama tiga hari.
Ia mengingatkan bahwa setelah demam turun, harus berhati-hati sebab pasien justru memasuki fase kritis.
“Antibodi mulai terbentuk dan bersifat lebih destruktif. tapi beberapa kasus bisa meluas,” tambahnya.
“Suatu saat di akhir fase kritis, demamnya bisa muncul kembali, tapi tidak setinggi demam di awal fase. Setelah itu, pasien baru memasuki fase penyembuhan. Tentu saja kondisinya akan kembali normal. membaik, jumlah trombosit akan meningkat, dan kondisi akan pulih,” ujarnya.
Sedangkan penyakit tifus (biasa disebut tifus), terang Adityo, disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang biasanya terdapat pada air atau makanan yang terkontaminasi. Gejala demam tifoid tidak muncul secara tiba-tiba seperti demam berdarah, melainkan bertahap, tambahnya.
“Demamnya mengikuti pola tangga, semakin hari demamnya semakin tinggi,” ujarnya. Gejala demam tifoid mengikuti pola sebaliknya, tegasnya.
Demam pasien pada malam hari lebih tinggi dibandingkan pada pagi atau siang hari. Ia juga mengatakan, penyakit tifus memiliki gejala yang berhubungan dengan pencernaan. Oleh karena itu, seorang penderita akan mengeluh sembelit atau sulit buang air besar. Namun, Adityo mengatakan beberapa pasien mungkin mengalami diare.
Di sisi lain, malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Gejala penyakit ini, menurut Adityo, lebih khas.
“Malaria gejalanya lebih khas. Triad malaria merupakan gejala spesifik penyakit ini,” kata dia.
Triad malaria terdiri atas fase dingin yakni fase yang penderita menggigil hebat, fase panas atau fase demam tinggi, dan fase berkeringat saat demam mulai mereda secara bertahap, namun pasien banyak berkeringat.
“Berbeda dengan demam berdarah, demam akibat malaria akan turun dengan sendirinya meski tidak diobati,” tambahnya. (Ant/H-3)
Ajang ini diikuti oleh 25 perusahaan nasional dari berbagai sektor yang dinilai aktif berperan dalam pengendalian penyakit ATM selama tiga tahun terakhir.
Peneliti internasional menciptakan jamur Metarhizium beraroma bunga yang mampu menarik dan membunuh nyamuk pembawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah.
Penemuan ini menjadi yang pertama kali teridentifikasi pada kerangka dari periode logam, membuka bab baru dalam studi hubungan antara penyakit dan evolusi manusia.
Dilansir dari laman Gavi, the Vaccine Alliance, salah satu penyakit yang sudah ada sejak zaman dulu ialah malaria. Dalam catatan medis Tiongkok kuno dari tahun 270 SM
Munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi peringatan serius bagi seluruh daerah di Indonesia.
Sejak Januari sampai Agustus 2025, pihaknya mencatat ada sekitar 39 kasus malaria impor di Kota Yogyakarta
Makanan untuk penderita tifus: pilih yang bergizi, mudah dicerna, dan bantu pulihkan energi. Cegah malnutrisi dengan asupan sehat selama masa pemulihan.
Penelitian DNA kuno ungkap dua bakteri baru yang mungkin menyebabkan kematian massal pasukan Napoleon saat invasi Rusia tahun 1812.
Sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses pemulihan, penderita tifus juga dianjurkan cukup istirahat, jaga kebersihan makan dan minum hingga konsumsi obat tifus alami
KOMEDIAN Sule sempat mengalami sakit hingga merintih kesakitan. Kondisinya itu terungkap melalui unggahan video di Youtube Diary Sule Family.
Sinar UV-C memiliki kekuatan yang cukup untuk merusak DNA bakteri, termasuk Salmonella sp.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved