Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA disebut masih tertinggal di dalam bidang sains dan teknologi, baik dari komitmen investasi maupun dari orkestrasi. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya riset dan pengembangan (R&D) di Tanah Air.
Hal itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi 2019-2021 Bambang Brodjonegoro saat memberikan paparan pada acara Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2024 di Komplek APRIL, Pangkalan Kerinci, Riau, Minggu (28/7). Bambang menyampaikan, banyak peneliti merasa sudah cukup puas ketika telah menerbitkan karya di jurnal internasional.
"Mereka (peneliti) kalau membuat sesuatu, puas kalau sudah sampai prototipe. Saya baru ngerti karena saya tadinya di luar bidang itu (ristek), kenapa tingkat impor kita terhadap produk itu tinggi sekali, karena jarang sekali produk dari saintis kita atau engineer kita yang akhirnya bisa masuk ke ranah industrialisasi dan komersialisasi," ujar Bambang di hadapan ratusan mahasiswa penerima program beasiswa dan kepemimpinan TELADAN dari Tanoto Foundation.
Baca juga : Pendidikan Nasional masih Hadapi Tantangan Literasi dan Numerasi
Bambang menyebut keinginan peneliti untuk mempunyai paten atau mempunyai produk yang bisa dikomersilkan harus terus didorong.
"Itu kan nanti akan memberikan manfaat secara finansial yang besar bagi si peneliti bersangkutan tapi harus ada yang memfasilitasi itu, bisa pemerintah atau perusahaan swasta melalui kegiatan R&D," jelasnya.
Untuk itu, kata Bambang, tantangan terbesar bagi para mahasiswa saat ini adalah bagaimana mendekatkan sains dan teknologi dengan komersialisasi. "Salah satu kuncinya adalah kalau nanti Anda kerja di korporasi, bagaimana supaya korporasi juga ikut terlibat dalam R&D. Samsung nggak mungkin jadi yang terdepan dalam HP kalau dia tidak melakukan R&D," ujarnya.
Baca juga : Tanoto Foundation Buka Pendaftaran Beasiswa Kepemimpinan TELADAN 2023
Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu memberikan anggaran dan dukungan yang lebih besar kepada kegiatan riset dan pengembangan (R&D) serta memberikan insentif kepada perusahaan. Bambang menyebut di luar negeri banyak peneliti yang hidupnya terjamin dengan bekerja sebagai peneliti di perusahaan swasta.
"Masalahnya di Indonesia, minat perusahaan untuk melakukan R&D itu sangat terbatas, belum banyak, mereka lebih suka menggunakan, membeli teknologi yang sudah ada," kata Bambang.
"Jadi memang ini pekerjaan jangka panjang tapi harus dimulai dengan bagaimana perusahaan swasta di Indonesia tertarik melakukan R&D. Sudah ada insentifnya namanya tax deduction untuk R&D," imbuhnya.
Menurutnya, dana riset tidak hanya bisa mengandalkan anggaran negara. Ia mencontohkan Korea Selatan yang punya rasio investasi R&D per GDP paling tinggi di dunia yakni 4,3%, mayoritas dana risetnya bukan dari pemerintah tetapi dari perusahaan.
"Jadi ini akan memberikan juga lapangan kerja yang bagus buat calon peneliti. Artinya dia tidak hanya tergantung kepada instansi pemerintah, tapi dia bisa bekerja di swasta. Dan kalau dia produktif menghasilkan, pasti dapat remunerasi yang memadai," pungkasnya. (Ifa/Z-7)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved