Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Prima Yosephine menjelaskan menciptakan kekebalan kelompok bebas polio, dibutuhkan kesadaran masyarakat agar mau melakukan imunisasi polio kepada anaknya.
Cakupan imunisasi polio, baik tetes maupun suntik, harus tinggi minimal 95% dan merata di seluruh wilayah. Kekebalan kelompok akan terbentuk dan virus polio tidak mudah menyebar luas.
"Apabila cakupan imunisasi polio di suatu wilayah rendah selama beberapa tahun maka kekebalan kelompok di wilayah tersebut tidak terbentuk, banyak anak-anak yang tidak kebal terhadap polio sehingga berisiko munculnya kembali kasus polio," kata Prima dalam konferensi pers secara daring, Senin (19/7).
Baca juga : Bebas Polio Bukan Berarti Bebas Ancaman
Diketahui pada tahun ini terdapat laporan kasus polio tipe dari Provinsi Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Kemudian pada 15 Juni 2024 kasus polio juga dilaporkan dari Provinsi Banten dengan tipe yang sama yakni virus polio tipe 2. Kasus tersebut menyasar anak perempuan berusia 10 tahun di Pandeglang Banten.
"Di sini sudah 12 kasus yang ada sejak Tahun 2022 sampai 2024 kemudian juga ketika kita ambil ada 32 anak sehat di sekitar kasus itu yang juga positif tinjanya mengandung kasus-kasus ini sudah tersebar di 8 provinsi di Indonesia dari ujung barat sampai ke ujung timur," ujar dia.
Prima menjelaskan virus Polio dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio lengkap. Virus polio sangat menular dapat masuk ke tubuh melalui air atau makanan yang terkontaminasi tinja yang tercemar virus polio.
Baca juga : 8,7 Juta Anak sudah Tuntas Diberi Vaksin Polio
"Lingkungan yang kotor serta perilaku hidup yang tidak bersih dan sehat merupakan faktor risiko penularan polio. Tinja penderita polio dapat mencemari lingkungan sekitar dan menginfeksi orang lain," ucapnya.
Polio ditularkan melalui lingkungan yang tercemar tinja yang mengandung virus polio. Virus polio dapat hidup selama beberapa waktu di air dan tanah. Perilaku buang air besar (BAB) sembarangan berperan dalam penyebaran polio.
Virus yang masuk ke tubuh seseorang akan berkembang di dalam saluran pencernaan yang kemudian menyerang sistem saraf. Kelumpuhan akibat polio bersifat seumur hidup namun dapat dicegah dengan pemberian imunisasi polio lengkap. (Iam/Z-7)
Kualitas surveilans AFP semakin baik melalui deteksi kasus lebih sensitif dan peningkatan kualitas spesimen.
Indonesia telah resmi mengakhiri wabah virus polio tipe 2, yang muncul akibat rendahnya cakupan imunisasi polio selama bertahun-tahun.
Turunnya angka imunisasi selama pandemi menyebabkan kembali munculnya kasus polio di beberapa daerah Indonesia.
PAKISTAN sedang menghadapi ancaman serius dari penyakit polio pascadilaporkannya dua kasus baru polio di Provinsi Sindh. Temuan tersebut menambah jumlah total kasus polio menjadi 29 kasus
Hal itu terjadi karena pemerintah Indonesia melaporkan adanya kasus Vaksin Derived Polio Virus (VDPV).
Pada 12 April 1955, dunia menyaksikan tonggak sejarah dalam bidang kesehatan dengan pengumuman vaksin polio yang dikembangkan oleh Dr. Jonas Salk.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Rencana ini mengemuka dalam Diseminasi Hasil Studi Implementasi Skrining HPV DNA yang digelar hari ini, Selasa (27/1/2026), di Kementerian Kesehatan RI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved