Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Registrasi Pangan Olahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) bekerja sama dengan Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PR EMK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan studi asesmen kesiapan BPOM untuk adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ini merupakan upaya BPOM untuk mengadopsi kecerdasan buatan untuk mendukung keamanan pangan nasional.
Plt Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Ema Setyawati menekankan peranan registrasi pangan dalam pengawasan keamanan mutu dan gizi yang terkandung di dalamnya.
Baca juga : YLKI Sambut Aturan Baru Label Bahaya BPA, Desak BPOM Lakukan Sosialisasi
“AI berpeluang untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan penyimpangan atas mutu dan keamanan produk olahan pangan, serta mitigasi terhadap insiden keamanan pangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/7).
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPOM A Indra Jaya S mengatakan BPOM memiliki tentang cetak biru transformasi digital. Misalnya capaian-capaian BPOM dalam penggunaan produk dalam negeri (PDN) dan digitalisasi proses pendaftaran pada 66 layanan perizinan BPOM.
“E-Registration pada Direktorat RPO-BPOM telah menjadi pionir sejak 2012 dengan proses registrasi berbasis digital 100%,” katanya.
Baca juga : Pemda dan UMKM Keluhkan Sulit Dapat Izin Produk, Ini Jawaban BPOM
Head of Research Group for Knowledge-Based Economy PR EMK BRIN Bahtiar Rifai menyampaikan, indeks keamanan pangan Indonesia bernilai 60,2 atau urutan 63 dari 113 negara.
Menurutnya, kesiapan BPOM dalam mengadopsi AI untuk E-REG RBA berada pada level potensial atau 2 dari 4 skala kesiapan. Bahtiar juga menyebut BPOM memiliki kekuatan pada pilar data dan infrastruktur, teknologi dan inovasi, serta SDM dan budaya organisasi yang mencapai kematangan pada level adaptor (3).
“Dengan kekuatan tersebut BPOM sangat memungkinkan untuk mengadopsi AI dalam pengambilan keputusan untuk mengeluarkan nomor izin edar (NIE) melalui checking kelengkapan dokumen, keabsahan/kebenaran dokumen dan simulasi rekomendasi hasil evaluasi,” paparnya.
Baca juga : 347 Ribu Produk Pangan dan Obat Ilegal di E-Commerce Ditemukan Badan POM
Untuk mewujudkan adopsi AI di BPOM, Bahtiar menekankan kebutuhan investasi yang besar pada infrastruktur TIK untuk pengembangan AI. Selain itu transformasi SDM dan budaya agar dapat sinergis antara teknologi dan manusia, serta penyiapan regulasi, AI ethics, dan data security.
Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN Agus Eko Nugroho menyampaikan upaya digitalisasi melalui adopsi AI yang akan memperkuat sistem keamanan pangan nasional. Hal itu akan berdampak secara langsung pada kualitas SDM, pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, kesehatan, hingga isu keamanan.
Ia mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi sinergis multi pihak, khususnya kementerian lain, Bank Indonesia, pihak swasta, serta organisasi internasional dan nasional untuk dapat mewujudkan upaya BPOM mengadopsi AI guna mendukung daya saing industri dan keamanan pangan.
Associate Profesor dari Universitas Southampton Nunung Nurul menekankan aspek keamanan data dan kesiapan dari para pengguna sistem berbasis AI. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan ekosistem agar AI dapat bekerja bersama manusia. “Bukan sebaliknya, justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari seperti isu keamanan data, pengambilalihan kekuasaan dari manusia ke robot,” pungkasnya.
(Z-9)
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
BRIN menilai pendekatan kebijakan berbasis risiko menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara kontribusi ekonomi industri olahan tembakau dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Komisi X DPR RI mengapresiasi kinerja riset nasional tahun 2025 dan mendorong inovasi lebih membumi, termasuk penguatan peran teknologi dalam penanganan bencana
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembangkan teknologi biosensing yang dinilai berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi analisis di bidang kesehatan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta, Selasa (28/10
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved