Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno mengatakan upaya komunikasi terkait harga obat di pasaran oleh pemerintah kepada produsen alat kesehatan dan industri farmasi harus diapresiasi. Persoalan mahalnya obat dan alat kesehatan, sejatinya telah dimulai di 1970an. Berbagai upaya juga dilakukan untuk menekan harga obat dengan hasil nihil.
"Namun upaya pemerintah kali ini untuk membangun komunikasi dengan industri dan asosiasi tentu perlu diapresiasi. Yang pasti ditunggu adalah apakah pemerintah mampu mengendalikan industri farmasi, atau sebaliknya pemerintah kalah oleh industri," kata Agus saat dihubungi, Selasa (2/7).
Secara faktual di lapangan, bahwa industri farmasi di Indonesia dikuasai oleh swasta. Sejak era 1970an ketika pemerintah membuka kesempatan investasi, industri farmasi swasta tumbuh pesat. Persaingan dagang makin kuat, dan itu menyebabkan harga diserahkan kepada mekanisme pasar.
Baca juga : UI Dorong Penyempurnaan Sistem Kesehatan Nasional RI
"Industri farmasi berbeda dengan industri konsumsi lain, yang mana konsumen memiliki kebebasan memilih. Sedangkan industri farmasi, konsumen tidak tahu obat apa yang paling sesuai dengan penyakit yang dideritanya," ungkapnya.
"Alih alih memilih, Konsumen harus menyerahkan sepenuhnya pada keputusan tenaga kesehatan dan terpaksa membeli obat yang diresepkan berapa pun harganya," tambahnya.
Akibat posisi konsumen yang lemah, Agus melihat, muncul dugaan bahwa rumah sakit atau tenaga medis dapat memaksa konsumen mengonsumsi obat tertentu.
"Dengan kekuatan finansial, industri farmasi dapat membujuk RS/ tenaga kesehatan untuk meresepkan merek dagangnya," pungkasnya. (Iam/Z-7)
Para siswa juga diperkenalkan profil kampus USK, FMIPA, dan Departemen Farmasi sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap farmasi dan profesi apoteker.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Probiotec, merampungkan konsolidasi empat pabrik menjadi satu fasilitas berskala besar di Kemps Creek, New South Wales.
PT Holi Pharma kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dengan membuka akses mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri farmasi Indonesia.
TENAGA apoteker yang kompeten dan tersebar merata di Indonesia masih menjadi kebutuhan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved