Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Arab Saudi berencana menjadikan salah satu makanan tradisional asal Yogyakarta, gudeg, sebagai jamuan untuk jemaah haji. Proses itu masih dalam tahap sertifikasi makanan.
"Gudeg sekarang sudah dikemas dalam kaleng yang tahan lama. Beberapa waktu lalu pernah misi dagang ke Arab, dari Arab pernah datang ke Jogja," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti dihubungi, Jumat, 28 Juni 2024.
Syam mengatakan proses menjadikan gudeg sebagai makanan bagi jemaah haji sudah berjalan sekitar satu tahun. Menurutnya, proses saat ini masih pada sertifikasi makanan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.
Baca juga : Ini Klarifikasi Garuda Indonesia Soal Penyesuaian Jadwal Pemulangan Jemaah Haji
Ekspor makanan, ia melanjutkan, harus memenuhi apa yang diinginkan negara tujuan. Di Arab Saudi, ada beberapa sertifikasi yang harus dilalui.
"Ini masih proses, ada yang clear, dan masih proses. Butuh waktu. Sertifikasi biayanya mahal," kata dia.
Ia menegaskan saat ini Gudeg Bu Citro yang masuk dalam proses itu. Bila tembus, proses itu akan berlanjut kerja sama dengan standarisasi yang ditentukan.
Baca juga : 1.301 Jamaah Meninggal pada Ibadah Haji Tahun Ini
Di sisi lain, ada persoalan keterbatasan bahan baku gudeg, yakni nangka. Produsen gudeg dalam beberapa waktu terakhir sudah sudah mendatangkan nangkan dari luar DIY untuk berproduksi.
"Persoalannya di sini memang sertifikasi ini, tergantung kemampuan masing-masing IKM (industri kecil menengan) di Yogyakarta. Itu belum dari segi kualitas dan kuantitas," ujarnya.
Syam menyebut banyak potensi makanan yang bisa diekspor kendati terkendala pada teknologi untuk membuat makanan itu bertahan lama. Apalagi, seperti untuk ibadah haji akan membutuhkan dalam jumlah besar.
Baca juga : 5 Jemaah Haji Asal DIY Meninggal di Tanah Air
"Kalau makanan minimal harus bertahan 1 tahun hingga 1,5 tahun. Itu yang seringkali harus ada teknologi yang belum bisa memenuhi," ungkapnya.
Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga menginginkan salak bisa masuk. Namun, proses uji coba teknologi dengan sejumlah lembaga baru mampu membuat salak bertahan hingga satu bulan.
"Ini baru berproses terus, moga-moga goal juga. Kalau itu pun belum menjadi makanan resmi haji dan umrah, dari Arab sendiri siap memasarkan ke retail-retail mereka, ke hotel-hotelnya siap juga," ucapnya.
(Z-9)
Jelajahi 38 makanan tradisional Indonesia dari setiap provinsi, penuh cita rasa khas. Temukan kuliner favoritmu sekarang!
Resep Gudeg Jogja otentik, manis & legit! Pelajari cara membuat gudeg sendiri di rumah dengan mudah. Tips & trik rahasia rasa tradisional dijamin bikin nagih!
Jelajahi kelezatan Indonesia! Temukan resep & cerita unik di balik makanan tradisional dari Sabang hingga Merauke. Cicipi warisan kuliner Nusantara. Lihat disini Selengkapnya
Makan Bajamba digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para raja dan sultan.
Dikenal karena keindahan alamnya dan udaranya yang sejuk, Bandung juga menawarkan beragam hidangan lezat yang siap memanjakan lidah
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi laporan protes dari orangtua siswa mengeluhkan menu MBG berupa roti selama Ramadan
PENCIPTA lagu Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing meninggal dunia. Kabar duka itu dibenarkan oleh aktivis Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa harga komoditas masih tinggi dan membuat warga khawatir.
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved