Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUTAAN jemaah haji memadati jamarat untuk melempar jumroh pada hari pertama tasyrik 11 Dzulhijjah, Senin (17/6). Padatnya jemaah membuat jalur menuju jamarat ditutup sehingga banyak jemaah kembali ke maktab.
Jemaah haji mulai mengalir menuju jamarat secara bergelombang dengan berjalan kaki sejak selepas ashar atau sekitar pukul 15.19 atau tidak lama setelah hujan yang mengguyur kawasan Mina reda.
Kepadatan jemaah yang melontar jumroh terutama terjadi di lantai bawah. Jemaah harus berdesak-desakan.
Baca juga : Kemenag terus Sosialisasikan Kebijakan Murur
"Ya sangat padat. Kami harus berdesak-desaksn, " ujar Sri Sumiarti, jemaah asal Solo.
Kondisi berbeda sangat kontras di lantai atas. Di sini, situasi relatif lebih lengang dan tidak ada desak-desakan .
Pembimbing ibadah dari KloterJKG 48 Ustad Masturo mengatakan sejumlah jamaah kembali ke maktab akibat jalan menuju jamarat tidak bisa dilalui.
Baca juga : 4.743 Jemaah Haji ke Makkah Hari Ini
"Ini ada rombongan dari kloter JKS 63 kembali ke maktab karena jalan menuju ke jamarat tidak bisa ditembus, " ujarnya.
Dia mengatakan padatnya jemaah lantaran jemaah mencari waktu afdol untuk melempar jumroh yakni habis ashar hingga magrib.
"Ya karena jemaah mencari waktu afdol yakni setelah ashar hingga magrib, " ujarnya.
Baca juga : Jemaah Haji Kloter 2 Aceh Diterbangkan ke Jeddah
Dia sendiri membagi jemaahnya menjadi dua kelompok untuk memudahkan pengaturan. Ustad Masturo mengatakan kelompok jemaah yang dipimpinnya telah melontar jumroh pada pagi hari untuk menghindari kepadatan.
"Kami berangkat selepas subuh. Sekitar jam 9 sudah kembali, " ujarnya.
Namun, kelompok berikutnya berangkat selepas ashar.
Baca juga : Cegah Terjadinya Tragedi Muzdalifah 2023, Komnas Haji Minta Kemenag Ber Perhatian Khusus Prosesi Mabit
Salah seorang jemaah dari Kalideres, Maryuni mengatakan kloternya berangkat sekitar setengah tiga. "Ini supaya tidak terlalu ramai, " ujarnya.
Kepadatan di lantai satu mulai terurai selepas magrib. Aliran jemaah juga menjadi lebih lancar dan tertib.
Kondisi berbeda terjadi di lantai tiga. Di sini situasi relatif lebih lengang. Sejumlah jemaah juga terlihat melawan arus untuk melontas jumroh. (Z-1)
Mina memiliki luas sekitar 650 hektare yang terdiri dari daratan yang luas, lembah, dan pegunungan, serta tinggi dan terjal. Mina hanya mampu menampung sekitar 1,4 juta orang.
Jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal akan mengakhiri fase menginap (mabit) di Mina pada Selasa (18/6).
Lempar jumrah atau lontar jumrah adalah salah satu kegiatan yang dilakukan pada saat melakukan ibadah haji.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
ARAB Saudi memberi tahu Iran bahwa kerajaan tersebut tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorialnya digunakan untuk menyerang republik Islam itu.
ARAB Saudi memperingatkan sekutunya bahwa serangan militer AS yang tidak efektif terhadap Iran akan menguntungkan rezim Iran dalam menekan aktivitas protes yang terjadi di seluruh negeri.
ARAB Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan dampak buruk yang serius di kawasan itu.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Menhaj Gus Irfan menegaskan Kampung Haji di Arab Saudi baru bisa digunakan sebagian pada 2028. Pembangunan kini dikendalikan penuh oleh Danantara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved