Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INSPEKTUR Jenderal Kementerian Agama Faisal Ali Hasyim memantau layanan fast track setibanya di King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, Rabu (5/6). Irjen Faisal menyebut layanan fast track di Bandara Jeddah sudah berjalan seperti yang diharapkan.
"Alhamdulillah saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas, terutama yang ada di Bandara Jeddah ini. Saya melihat prosesi kedatangan jemaah sudah berjalan seperti yang kita harapkan," ungkap Irjen Faisal di Jeddah (5/6).
Menurut Irjen Faisal, layanan fast track sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dan ini menambah kenyamanan jemaah. "Kita lihat di SOP, di lokasi fast track tadi, kita lihat cepat. Membuat jemaah itu lebih nyaman," tuturnya.
Baca juga : DPR Apresiasi Peningkatan Layanan Haji 2024
Dikatakan Faisal, layanan fast track yang ditinjau sebelumnya di embarkasi Solo dan embarkasi Surabaya, juga terbukti meningkatkan kenyamanan kepada jemaah karena dapat memangkas masa tunggu jemaah ketika di imigrasi.
"Dengan fasilitas fast track ini, kita berharap jamaah haji kita semakin puas dengan pelaksanaan ibadah haji," katanya.
Terkait dengan upaya penambahan layanan fast track di embarkasi lainnya, Irjen Faisal menyebut bahwa Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag akan melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana embarkasi lain dapat dikembangkan untuk lokasi fast track.
"Mungkin nanti kita coba lihat apakah embarkasi seperti Balikpapan atau di Makassar apakah memungkinkan untuk dijadikan lokasi fast track karena terkait kesiapan sarana dan prasarana," pungkasnya.
Irjen Faisal juga turut serta menyapa dan melayani jemaah haji lansia daro kelompok terbang (kloter) JKS-53 embarkasi Bekasi yang baru saja mendarat di Bandara Jeddah. (P-5)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
KPK didesak mengusut tuntas aliran dana dugaan korupsi kuota haji Kemenag 2023–2024 yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Angka ini melampaui target yang ditetapkan Bappenas, yaitu 1,3 juta pegawai.
Kemenag telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) PMBM sebagai acuan pelaksanaan seleksi di seluruh madrasah.
Sebanyak 1.636 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji mengikuti diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede. Pelatihan meliputi baris-berbaris, pelayanan jemaah, hingga bahasa Arab intensif.
Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai melakukan penyidikan kasus kuota haji.
Meski begitu, Melissa berharap semua hak kliennya dipenuhi, meski sudah menjadi tersangka. Salah satunya yaitu menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved