Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT Islam di Indonesia menerima Pancasila sebagai dasar negara. Ini karena umat Islam meyakini bahwa Pancasila sejalan dengan syariat Islam. Karenanya, setiap 1 Juni, rakyat Indonesia, termasuk umat Islam, memperingatinya sebagai Hari Lahir Pancasila.
Salah satu pakar fikih-ushul fikih dari Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Afifuddin Muhajir berpendapat secara tegas bahwa Pancasila tidak bertentangan dan justru selaras dengan syariat Islam. Menurutnya, Pancasila dalam hubungannya dengan syariat Islam berkisar di antara tiga hal.
Berikut rincian pendapat Afifuddin tentang hubungan Pancasila dengan syariat Islam sebagaimana dilansir dari NU Online.
Baca juga: Musyawarah Adalah Manfaat, Tujuan, dan Contoh
1. Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam (لا تخلف الشريعة الإسلامية).
Itu karena Pancasila secara nilai merupakan perintah syariat Islam, seperti berketuhanan (حق الله), menjunjung hak asasi manusia (حق الأدمي), persatuan (حق البشرية), musyawarah mufakat (شورى), dan keadilan (العدالة).
Baca juga: Makna dan Arti Pancasila bagi Bangsa Indonesia
2. Pancasila selaras dengan syariat (توافق الشريعة).
Nilai-nilai Islam yang tersirat dalam Al-Qur'an dan hadis semua sama dengan nilai-nilai yang tergambar dalam lima sila walaupun tidak secara ideal.
3. Pancasila bisa dikatakan syariat itu sendiri (هي الشريعة بعينها).
Itu karena semua hukum positif yang lahir dari nilai Pancasila secara material sama dengan syariat, seperti larangan berzina, membunuh, berbuat zalim, kewajiban tunduk pada ulil amri, yang pada hakikatnya ialah perintah syariat. Karenanya, hakikat Pancasila bisa dikatakan syariat itu sendiri (حقيقة ولو لا صورة).
Baca juga: Pengamalan Pancasila Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari
Jadi, Pancasila tidak bertentangan, bahkan sejalan, dan sejatinya termasuk dalam syariat Islam.
NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia pun telah mengeluarkan pernyataan resmi tentang hubungan Pancasila dengan Islam sejak lama. Pada Musyawarah Nasional Alim Ulama NU di 1983, Situbondo, Jawa Timur, ada lima poin deklarasi tentang hubungan Pancasila dengan Islam yang dirumuskan sejumlah kiai. Berikut bunyinya.
Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam
Baca juga : Lagu Garuda Pancasila Pencipta, Lirik, dan Makna yang Terkandung
Bismillahirrahmanirrahim
1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesi bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama, dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.
2. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut Pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menjiwai sila-sila lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.
Baca juga: Nilai-Nilai Pancasila Berdasarkan Perintah Al-Quran
3. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah akidah dan syariah meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia.
4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.
Baca juga : Pengertian Nilai Instrumental Pancasila dan Contoh
5. Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak.
Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdhatul Ulama Sukorejo, Situbondo, 16 Rabi'ul Awwal 1404 H/21 Desember 1983.
Dengan begitu, semestinya tidak ada lagi umat Islam yang mempertentangkan Pancasila dengan Islam atau syariat Islam. Ini karena Pancasila sejalan dan merupakan syariat Islam. (Z-2)
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperingati Hari Ibu Tahun 2025 melalui kegiatan lokakarya tematik bertema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045
Agama Jennifer Coppen kerap menjadi topik yang banyak dicari publik, terutama oleh penggemar yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan pribadi aktris muda ini.
pentingnya memahami perbedaan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an antar kelompok Islam sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan khazanah pemikiran umat.
Cak Imin mengatakan santri dan pesantren memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Said Agil Husin Al Munawar, menegaskan bahwa Al Quran sejak lama telah memberikan peringatan kepada manusia untuk tidak membuat kerusakan di Bumi.
Indonesia menjadi pusat industri film negara-negara Islam itu bukan hal yang mustahil karena penduduk kita sangat besar dan didominasi oleh umat Islam.
KTT digelar setelah serangan udara Israel pada 9 September menghantam kediaman sejumlah pejabat Hamas di Doha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved