Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca besok (22/5) akan terbentuk siklon tropis dengan intensitas 93 W yang terpantau di Samudera Pasifik utara Papua. Keadaan tersebut membentuk wilayah dengan kecepatan angin lebih rendah atau konvergensi yang membentang dari wilayah perairan utara Maluku Utara hingga perairan utara Papua barat daya.
Sedangkan daerah pertemuan angin (konfluensi) terjadi di perairan utara Papua. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan tumbuhnya awan hujan di sekitar inti siklon tropis dan di sepanjang wilayah konvergensi atau konfluensi.
Prakiraan permukaan di wilayah Indonesia biasanya didominasi oleh angin timur dengan kecepatan angin 10 hingga 40 km/jam. Peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 not terpantau di Laut Andaman, mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.
Baca juga : Cuaca Ekstrem masih Terjadi Sepekan ke Depan, Apa Sebabnya?
Sementara untuk suhu udara biasanya antara 20 dan 34 derajat Celcius dengan kelembaban antara 50 dan 100 persen.
Selain itu, perkiraan tinggi gelombang laut di Indonesia umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter, dengan gelombang air tinggi yang membanjiri wilayah pesisir Belawan, pesisir Kepulauan Riau, pesisir utara Jakarta, pesisir Kota Surabaya, dan pesisir Nusa Tenggara Timur.
Berikut Prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di wilayah Indonesia
Baca juga : Siklon 98s Picu Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Sumba sampai Sabu Raijua
* Banda Aceh: Hujan ringan.
* Pekanbaru: Hujan ringan.
* Tanjung Pinang: Hujan ringan.
* Medan: Hujan sedang.
* Padang: Hujan petir.
* Jambi: Hujan ringan.
* Pangkal Pinang: Hujan ringan.
* Palembang: Hujan ringan.
* Bengkulu: Hujan ringan.
* Bandar Lampung: Hujan petir.
* Surabaya: Cerah berawan.
* Semarang: Berawan.
* Bandung: Hujan ringan.
* Jakarta: Hujan ringan.
* Yogyakarta: Hujan ringan.
* Serang: Hujan petir.
* Kupang: Cerah berawan.
* Denpasar: Berawan.
* Mataram: Hujan ringan.
Baca juga : Prakiraan Cuaca: Hujan dan Angin di Sejumlah Kawasan Indonesia
* Tanjung Selor: Berkabut.
* Palangkaraya: Hujan sedang.
* Pontianak: Hujan petir.
* Samarinda: Hujan petir.
* Banjarmasin: Hujan petir.
* Manado: Hujan ringan.
* Palu: Hujan ringan.
* Makassar: Hujan ringan.
* Mamuju: Hujan sedang.
* Kendari: Hujan sedang.
* Gorontalo: Hujan petir.
Hujan ringan diperakirakan terjadi di wilayah Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Ambon. (Z-10)
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG mencatat adanya pengaruh siklon tropis, bibit siklon tropis, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia dan sekitarnya.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
BMKG mengungkapkan bahwa kemunculan tiga bibit siklon tropis, masing-masing bernomor 94W, 92S, dan 98P, memicu belokan serta perlambatan angin yang membentuk daerah konvergensi.
Peringatan ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana sejak awal, terutama melalui kebijakan tata guna lahan yang berbasis sains dan bukti ilmiah.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Dua perangkat yang cukup populer di kelas menengah adalah Redmi Pad Pro dan Lenovo Tab M10. Keduanya menawarkan desain ramping dan performa yang solid.
Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8 derajat Celcius di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).
Kepadatan penduduk yang tinggi dan adanya urbanisasi meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor yang akhirnya menyumbang peningkatan suhu Indonesia.
Suhu yang sering kali melampaui 40 derajat Celsius menambah tantangan bagi para jemaah untuk tetap menjaga kebugaran tubuh, mengingat aktivitas fisik mereka yang padat.
Tahun 2020, sepasang peneliti India mengklaim lockdown global selama pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan suhu permukaan bulan.
Sebuah penelitian terbaru memperkirakan suhu berbahaya akibat pemanasan global dapat menyebabkan peningkatan kematian yang signifikan di Eropa pada akhir abad ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved