Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH haji Indonesia akan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 12 Mei 2024 sekitar pukul 07.10 waktu setempat. Mereka akan menghadapi cuaca panas sepanjang pelaksanaan ibadah haji dan akan semakin panas mendekati puncak haji.
Untuk menghadapi terpaan cuaca panas dan menghindari terjadinya heatstroke, jemaah haji disarankan untuk banyak-banyak minum air putih.
"Saya mengimbau kepada para jamaah agar ketika melaksanakan ibadah, baik di Mekah maupun Madinah, untuk menghindari cuaca panas, terjadinya heatstroke, itu harus banyak-banyak minum air putih. Cukup minum air putih untuk menghindari dari keadaan dehidrasi," ujar Kepala Seksi Lansia, Disabilitas danPKP3JH Laksmana Arry Chandra, Sabtu (11/5).
Baca juga : Jemaah Haji Harus Waspadai Penyakit ISPA
Selain itu, kata dia, jemaah haji juga dapat memakai pakaian-pakaian yang longgar, tidak terlalu sempit, dan memakai pakaian berwarna cerah untuk menghindari terjadinya serangan panas.
Dia menambahkan hal lain yang dapat dilakukan jemaah untuk menghindari sengatan panas adalah memakai tabir surya. "Kemana-mana saya sarankan untuk membawa air, air putih. Bisa dibuat spray untuk mendinginkan kepala atau badan, bisa juga untuk minum para jamaah," ujar dokter spesialis radiologi di RSPAD Gatot Subroto itu.
Pada Sabtu (11/5) siang cuaca di Madinah terpantai mencapai 43 derajat Celsius.
Baca juga : Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius pada Kelompok Rentan
Selain menghadapi cuaca panas, jemaah haji juga bakal menghadapi ancaman gangguan pernapasan akibat polusi yang cukup tinggi. Itu dikarenakan juga banyaknya lalu lintas kendaraan dan adanya banyaknya pembangunan di daerah sekitaran Mekah dan Madinah. "Jadi itu bisa mengakibatkan terjadinya gangguan saluran pernapasan atas atau ISPA," ujar Aleks panggilannya.
"Untuk mengantisipasi ancaman ISPA ini yang pertama yang bisa dilakukan oleh para jamaah adalah memakai pelindung, seperti masker. Masker bisa masker medis, ataupun dengan masker pakai kain, itu bisa dilakukan," ujar Aleks.
Kemudian yang kedua, kata dia, adalah menghindari tempat-tempat yang mempunyai polusi yang tinggi. "Jadi banyak pembangunan-pembangunan itu bisa dihindari. Kemudian menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama di kamar-kamar hotel para jamaah," ujarnya.
Aleks juga mrngingatkan jemaah haji untuk mengkonsultasikan ke petugas kesehatan kloter apabila terjadinya gangguan ISPA. (Z-6)
MANTAN Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengimbau Pemeprov DKI Jakarta untuk menyediakan akses air minum di ruang-ruang publik.
Heat dome memicu gelombang panas ekstrem di Amerika Serikat, dengan suhu mencapai hampir 100°F di Midwest dan Pantai Timur.
Serangan panas disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak bisa mengontrol suhu karena cuaca yang terlalu panas sehingga sulit untuk melakukan mekanisme pendinginan.
Pada kelompok rentan, cuaca panas juga bisa menyebabkan heatstroke atau serangan panas.
THAILAND sedang dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu melonjak hingga mencapai rekor tertinggi di beberapa daerah, mencapai 40 derajat celsius.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved