Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat (BAZNAS) RI melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS menyelenggarakan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Program untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.
Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada tanggal 6-8 Mei 2024 yang diikuti amil BAZNAS Pusat, Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi hingga Kabupaten/Kota serta LAZ.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Zakat Nasional, Achmad Sudrajat mengatakan, pelatihan ini disajikan untuk memenuhi kebutuhan organisasi dalam mempersiapkan penyempurnaan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, khususnya BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan juga LAZ.
Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Balai Ternak di Sumedang
"Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran akan arti pentingnya monitoring dan evaluasi demi pengembangan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat di BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan LAZ dalam pengelolaan zakat," kata Achmad, melalui keterangan resmi yang diterima, Selasa,( 7/5)
Menurut Achmad, dalam pelaksanaan tugasnya BAZNAS dan LAZ menyelenggarakan fungsi pengendalian pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Untuk itu, kata Achmad, program yang sudah direncanakan dan dijalankan perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar kemanfaatan program dapat diukur dan dapat diketahui apakah program tersebut dapat direkomendasikan untuk dilanjutkan, dihentikan atau dikembangkan.
Baca juga : Tingkat Kepercayaan Masyarakat pada BAZNAS Meningkat 32,5 Persen
"Dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap program pendistribusian dan pendayagunaan zakat, ketepatan program yang direncanakan dan dilaksanakan bisa diketahui tepat sasaran agar tujuan penyaluran zakat dapat terlaksana yaitu meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Pusdiklat BAZNAS, Sarniti mengatakan, pelatihan menyajikan serangkaian materi yang sangat penting dan relevan. Pertama, kata Sarniti, peserta akan belajar tentang desain model logika evaluasi, sebuah konsep yang memungkinkan kita untuk memahami secara lebih dalam hubungan sebab-akibat dalam suatu program.
"Selanjutnya, mereka akan dibekali dengan kerangka kerja monitoring dan evaluasi, sebuah landasan yang kokoh untuk memandu langkah-langkah kita dalam mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program secara efektif," ujar Sarniti.
Baca juga : Peserta Beasiswa Cendekia Mendapatkan Pembinaan Karir dari BAZNAS RI
Tak hanya itu, lanjut Sarniti, peserta juga akan mempelajari berbagai metode evaluasi hasil program yang dapat kita terapkan sesuai dengan kebutuhan dan konteks yang ada. Kemudian, peserta akan diajak untuk memahami tahapan-tahapan penting dalam merencanakan aktivitas monitoring dan evaluasi, agar peserta dapat melaksanakannya dengan terstruktur dan efisien.
"Terakhir, namun tak kalah pentingnya, peserta akan memahami tahapan evaluasi hasil program, yang akan membantu kita untuk mengukur efektivitas dan dampak nyata dari program yang telah kita jalankan," lanjutnya.
Sarniti berharap, dengan mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam monitoring dan evaluasi program pengelolaan secara efektif.
Baca juga : Kemenag: BAZNAS RI Berperan Tingkatkan Kualitas Hidup Mustahik
"Semoga output dari pelatihan dapat menjadikan para pengelola zakat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam mewujudkan mustahik menjadi muzaki, kesejahteraan masyarakat, Nusantara adil Makmur Sentosa," pungkasnya.
Berdasarkan Laporan Pengelolaan Zakat Nasional (LPZN) BAZNAS 2023, pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional yang berasal dari BAZNAS Pusat, Provinsi/Kota/Kabupaten, dan LAZ se-Indonesia mencapai Rp32,3 triliun.
Sementara itu, realisasi mustahik penerima pendistribusian dan pendayagunaan ZIS-DSKL Nasional 2023 Per Bidang Program (Kemanusiaan, Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Dakwah/Advokasi) mampu menyasar kepada 123.166.742 penerima manfaat, dengan pertumbuhan sebesar 108.38 persen.( Z-8)
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Baznas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved