Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENANGGAPI sebagian wilayah Asia Tenggara yang terkena heat wave, Ahli Klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin menegaskan bahwa wilayah Indonesia kemungkinan besar tidak akan mengalaminya.
“Untuk wilayah di Indonesia kita sudah pernah melakukan riset tentang panas ini. Hari berturut-turut melampaui ambang batas panas di atas 30 derajat celsius minimal 3 hari bukan heat wave tapi hot spells. Jadi kondisi ini adalah kondisi di mana dalam beberapa hari minimal 3 hari berturut-turut di atas rata-rata. Itu sudah terjadi terutama untuk wilayah Indonesia tertinggi di Maret dan Oktober yang keduanya masa atau periode ketika matahari posisinya di atas ekuator,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (29/4).
Lebih lanjut, menurutnya hot spells terjadi di beberapa kota besar khususnya di wilayah Jawa dan Sumatra. BRIN menyatakan sudah pernah meneliti hal tersebut.
Baca juga : Puncak Musim Kemarau Mulai Juli, Gelombang Panas Ekstrem tidak Terjadi
Kendati demikian, menurutnya sejak April ini, wilayah Indonesia masih akan mengalami hujan karena terdapat dinamika pembentukan vortex di Samudra Hindia.
“Kita masuk pra pembentukan vortex jadi masih banyak hujan sehingga kalau ancaman heat wave tidak ada. Kita juga sudah teliti kalau pun terjadi heat wave di negara ASEAN, itu terakhir berhenti di Semenanjung Malaysia. Dia tidak akan pengaruhi Indonesia karena Indonesia dipenuhi laut atau dipisahkan laut yang luas,” ujar Erma.
“Kondisi ini dengan adanya laut menguntungkan Indonesia untuk tidak terjadinya heat wave. Jadi berhentinya di semenanjung Malaysia. Kalau pun masuk mungkin di Riau dan Batam yang akan terhenti di sana karena berdekatan,” pungkasnya. (Z-8)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved