Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA untuk menekan angka perkawinan anak menjadi sorotan penting dalam proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
"Keluarga sebagai lingkungan terkecil yang melahirkan cikal bakal generasi penerus bangsa harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan anak bangsa yang tangguh dan berdaya saing," ungkap Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan resmi yang diterima,
Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS 2023 menunjukkan bahwa angka perkawinan anak di Indonesia masih tinggi, mencapai 1,2 juta kasus. Lebih lanjut, dari angka tersebut, sekitar 11,21% perempuan usia 20-24 tahun sudah menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.
Baca juga : Upaya Menekan Angka Pernikahan Usia Dini Harus Konsisten
Melalui Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dinyatakan bahwa "anak adalah individu yang belum berusia 18 tahun."
Kementerian Agama RI (Kemenag) menargetkan untuk menurunkan angka perkawinan anak di Indonesia menjadi 8,74% pada tahun 2024 dan 6,94% pada tahun 2030. Untuk mencapai target ini, Kemenag telah menginisiasi Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) untuk memberikan pemahaman pendidikan keluarga bagi remaja.
Menurut Lestari, perlu ada perhatian serius terhadap upaya menekan angka perkawinan anak di Indonesia, mengingat kompleksitas tantangan global yang akan dihadapi oleh generasi mendatang. Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Rerie menegaskan bahwa mewujudkan lingkungan keluarga yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh harus menjadi prioritas bersama. Oleh karena itu, perlu dukungan dari semua pihak, baik dari tingkat pusat, daerah, maupun masyarakat, dalam upaya menekan angka perkawinan anak.
Dengan demikian, upaya melahirkan sumber daya manusia nasional yang tangguh dan berdaya saing akan dapat segera terwujud, sesuai dengan tantangan generasi penerus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Z-10)
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Pelatihan yang berlangsung di aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes
Peningkatan kualitas SDM merupakan pilar strategis dalam memperkuat daya saing industri aluminium Indonesia.
Studi internal DBS mencatat bahwa nasabah menghadapi kompleksitas informasi dan tekanan kesibukan, sambil menyiapkan generasi selanjutnya yang masih mencari pijakan.
PERAN muslimah sangat strategis dalam membentuk kualitas generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Hari Anak Nasional merupakan momen penting untuk merayakan dan menghargai potensi serta hak-hak anak di Indonesia.
Anemia pada anak dapat mengganggu tumbuh kembangnya baik secara kognitif, fisik, maupun sosial. Anemia disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain kekurangan zat besi.
Upaya-upaya untuk menurunkan bahasa Jawa dari generasi ke generasi tentu saja harus dilakukan agar tidak punah ditelan zaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved