Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MUHAMMADIYAH perlu memaknai ulang arti kebudayaan dengan menempatkan diri sebagai organisasi yang kritis terhadap peradaban, termasuk terhadap budaya lokal dan budaya yang datang dari luar.Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Zakiyuddin Baidhawy saat menyampaikan materi hari kedua Pengkajian Ramadan 1445 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium KH. Azhar Basyir, Gedung Cendikia, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Zakiyuddin menuturkan warga Muhammadiyah banyak yang tidak menyadari, bahwa kebudayaan dan kultur mengalami penyempitan makna, sehingga laku dakwah yang dilakukan seakan kaku dan tidak ramah terhadap budaya.
Mengaitkan dengan makna dakwah kultural, Zakiyuddin menjelaskan, Muhammadiyah harus melakukan perbaikan dan transformasi dalam cara berpikir. Perbaikan itu dengan melahirkan pemikiran baru yang tidak meninggalkan budaya lama.
Baca juga : Idul Fitri Berpotensi Bareng, Ini Kata Ketum PP Muhammadiyah
"Seperti contoh bangunan menara masjid Indonesia bercorak khas tiga tingkat itu bisa dikaitkan bangunan pagoda dalam agama Hindu. Tetapi, ide dan bentuknya diakomodir dalam kebudayaan Islam ini menjadi penting dalam dakwah kultural," ujar Zaki.
Dakwah kultural memiliki tiga karakteristik. Pertama, dinamis terhadap perubahan sosial dan kebudayaan. Kedua, kreatif dan inovatif dalam menciptakan beragam kebaruan menuju perkembangan yang lebih baik. Ketiga, purifikatif yakni mengintegrasikan nilai-nilai Islam.
Pengkajian Ramadan 1445 H ini diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan, kader, dan organisasi otonom Muhammadiyah. (Z-8)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved