Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI kriminologi dari Universitas Indonesia Muhammad Mustofa menilai negara abai dengan mencuatnya kasus bunuh diri. Pendidikan anti-bunuh juga nihil ditanamkan negara kepada setiap warganya.
"Penyebab kasus bunuh diri karena kegagalan negara dan masyarakat memastikan ada warganya menghadapi masalah yang kemudian bunuh diri. Banyak informasi yang lebih mendorong saat menghadapi masalah lalu bunuh diri," katanya di acara Hot Room Bertajuk Masalah Ekonomi, Berakhir Bunuh Diri?, yang disiarkan langsung MetroTV, pada Rabu (13/3).
Pada kesempatan yang dipandu Advokat Senior Hotman Paris Hutapea ini dihadiri juga oleh Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel, Owner Rumah Konseling Muhammad Iqbal, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Mental (Puskmental) Indonesia Syukri Pulungan dan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah.
Baca juga : Cegah Kekerasan Seksual di Kampus, Kemendikbud Tekankan Pola Asuh Orang Tua
Mustofa menambahkan negara juga abai dalam mengantisipasi kepala keluarga yang mengajak bunuh diri ketika menghadapi masalah. Negara membiarkan masyarakatnya dicekoki informasi juga tontonan mengakhiri hidup saat menghadapi masalah.
"Sinetron lebih banyak mengajarkan rebutan waris, selingkuh dan lainnya. Harusnya di counter dengan pendidikan yang mengajarkan membangun keluarga sejahtera dan mengatasi masalah yang anti-sosial," jelasnya.
Ia mengatakan Emile Durkheim, tokoh sosiologi klasik yang terkenal dengan teori bunuh dirinya, dalam bukunya Suicide, mengemukakan dengan jelas bahwa tiga hal yang menjadi penyebab bunuh diri. Pertama egoistik seperti merasa malu saat gagal, kedua anomik seperti patah hati, dan altruistik yang mementingkan kepentingan lebih besar seperti bunuh diri ala teroris.
Baca juga : Pemahaman dan Pengamalan Nilai-nilai Agama Cegah Bunuh Diri
"Paling banyak bunuh diri berkaitan dengan psikologis. Karena paling banyak di Jawa Tengah di Gunung Kidul dengan 356 kasus, akibat banyak orang tua yang merasa kesepian," ungkapnya.
Negara paling bertanggung jawab atas terjadinya kasus bunuh diri. Tetapi pencegahannya negara mesti melibatkan semua sektor. Tokoh agama, masyarakat dan lainnya dapat dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi masalah.
"Sebetulnya kalau alternatifnya banyak untuk curhat seperti lewat 119, pendamping oleh ketua RT, hingga tokoh agama," tutupnya. (Z-8)
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
TANTANGAN pendidikan di era disrupsi teknologi disoroti. Generasi sekarang dinilai mandiri secara digital tetapi rentan di bidang sosial dan emosional.
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved