Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama seluruh pihak terkait menyiapkan rencana teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rencananya, tahun ini TMC mulai dilaksanakan pada Maret.
“Merunut rencana jadwal yang telah disusun pada akhir 2023, yang seharusnya Februari telah dilaksanakan operasi TMC, tetapi nyatanya belum dapat dilaksanakan. Sehingga diharapkan TMC dapat dilaksanakan pada Maret 2024,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Thomas Nifinluri dalam keterangan resmi, Minggu (3/3).
Ia mengungkapkan, saat ini, karhutla terjadi di beberapa wilayah. Di samping itu, terpantau juga hotspot di sejumlah titik. Thomas menambahkan bahwa saat ini Kota Dumai, Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla yang selanjutnya akan dilakukan penetapan satu kabupaten/kota sehingga Provinsi Riau dapat menetapkan status siaga darurat. Melalui penetapan status siaga darurat ini diharapkan adanya respon cepat upaya penanganan karhutla secara dini baik melalui operasi TMC maupun bantuan seumberdaya lainnya.
Baca juga : Hadapi Karhutla 2023, Ini Strategi Pemerintah
“Hal penting lain yang perlu diingat adalah mulai tahun ini, ada perubahan struktur organisasi pelaksanaan operasi TMC sehingga kontrak dilakukan langsung dengan BMKG. Serta perlu dipastikan kesiapan bahan baku semai, ketersedian pesawat dan analisis cuaca dan iklim,” tandas Thomas.
Plh. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Ade Palguna Ruteka, saat membuka rapat menyampaikan bahwa berdasarkan analisis iklim, karhutla berpotensi terjadi di Provinsi Riau pada Februari dan pada musim kemarau kedua pada Juni atau Juli 2024. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan upaya pengendalian karhutla, salah satunya melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
“Menghadapi kondisi di lapangan, perlu segera disusun langkah-langkah pelaksanaan operasi TMC, koordinasi para pihak seperti BRIN, TNI AU, BNPB, BMKG, BRGM, dan juga para mitra serta penyusunan jadwal pelaksanaan TMC berdasarkan prediksi cuaca BMKG,” tegas Ade. (Z-11)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
Berdasarkan pantauan BMKG terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved