Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mengaku banyak menerima aspirasi masyarakat terkait masalah pendidikan di Tanah Air. Itu yang paling sering ia dengar ketika berkeliling menyapa masyarakat.
"Kami selama setahun ini berkeliling, merasakan, yang diinginkan masyarakat adalah perubahan. Masyarakat paling banyak bicara soal pendidikan, lalu kesehatan," ujar Anies di Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/2).
Anies melihat, sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia masih menganut piramida terbalik dengan jenjang pendidikan yang semakin tinggi semakin meruncing. Akhirnya, kata dia, banyak anak yang putus sekolah di tengah jalan.
Baca juga : Anies Baswedan: Negara tidak Boleh Perhitungan dengan Rakyatnya
"Kompetensi yang muncul jauh dari harapan," tuturnya.
Jika berkaca pada sejumlah negara lain di dunia, mereka menerapkan proporsi yang sama untuk jenjang pendidikan, baik sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
"Ada yang bangku di perguruan tingginya 70% dari bangku SMA. Apa yang terjadi? Mereka menyiapkan generasi luar biasa," imbuhnya.
Baca juga : Anies Apresiasi Banyak Spanduk Aspirasi Warga Semarang yang Suarakan Perubahan
Dari perjalanannya berkeliling Indonesia, Anies juga merasakan adanya ketimpangan di sektor pendidikan. Ia banyak menemukan anak-anak dengan kemampuan luar biasa di daerah-daerah, namun mereka tidak punya kesempatan untuk melanjutkan sekolah.
"Banyak yang berkemampuan tinggi, tapi kesempatan rendah. Kesempatan tidak ada, mandek. Ini namanya kendala struktural dan itu yang akan kita ubah ke depan," tandasnya. (Ant/Z-11)
Baca juga : Debat Capres Tidak Beri Solusi Persoalan Fundamental Pendidikan
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia.
PROFESI dokter sejak awal berdiri bukanlah profesi ekonomi. Ia bukan lahir dari logika pasar, tetapi dari etika pertolongan.
DUNIA pendidikan tengah sakit. Gejalanya bukan hanya kesenjangan dan kualitas yang timpang, melainkan juga kegagalan mendasar: ia tidak lagi relevan dengan denyut nadi kehidupan.
Guru kelas 1 UPTD SDN Sawah 01, Mulyani, mengungkapkan dirinya telah mengabdikan diri mengajar di sekolah tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved