Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 420 mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) angkatan 2020 mengikuti acara workshop Kompetensi Pendukung Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kegiatan tesebut digelar dari 16-20 Desember 2023 di Aula Kampus Unpas, Jalan Lengkong, Kota Bandung.
Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unpas Rasman Sonjaya mengatakan, SKPI adalah dokumen tambahan di luar ijazah dan transkip nilai, seperti rekam jejak mahasiswa selama mengikuti perkuliahan, baik itu keaktifan diberbagai organisasi, keikutsertaan kegiatan ilmiah seminar atau workshop, hingga kejuaran-kejuaran apa saja yang mahasiswa dapatkan.
"Semua dokumen ini menjadi penunjang dari SKPI, sehingga mempunyai bobot atau nilai lebih dibandingkan dengan lulusan lain yang hanya mendapatkan ijazah dan transkip nilai.Jadi SKPI ini lebih mendekatkan lulusan dengan dunia kerja, karena memiliki keterampilan-keterampilan yang lebih dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mendapatkan SKPI," kata Rasman dalam keterangan rilisnya, Selasa (19/12).
Rasman menambahkan, untuk menerbitkan SKPI, di tahun ini Prodi Ilmu Komunikasi Unpas bermitra dengan 7 lembaga yang terpilih. Pertama dengan LSP P1 Unpas untuk skema asisten produser, kedua dengan Perhumas Bandung untuk junior public relations (PR).
Lalu ketiga dengan PWI Jawa Barat untuk skema digital journalism, selanjutnya keempat dengan Rakamin, relasinya dengan kesempatan dunia kerja. Kelima dan keenam dengan Boleh Dicoba Digital (BDD) serta Chlorine Media Digital untuk skema digital marketing. Dan ketujuh dengan Gema Nusa untuk skema Public Speaking dan Broadcasting.
Baca juga: Lulusan UPM Diharapkan Manfaatkan AI untuk Raih Kesuksesan
Menurut Rasman, program SKPI ini akan terus berlanjut dan dikembangkan ke depannya sesuai dengan perkembangan zaman mitra mana yang lebih relevan mendukung kompetensi. Karena ternyata sertfikat itu punya bobot masing-masing. Misal, sertifikat dengan logo burung garuda itu nilainya 100, sementara sertifikat yang tidak berlogo burung garuda tergantung grade-nya tingkat nasional atau lokal.
"Mungkin ke depan kita akan meningkatkan kapasitas dan kualitas workshop kepada para mahasiswa. Tujuannya, kita ingin memberikan nilai lebih kepada lulusan, supaya mereka bisa kompetensi di dunia kerja," ucap Rasman Sonjaya.
Sementara Dekan FISIP Unpas Kunkunrat mengatakan, kegiatan SKPI ini merupakan yang kali kedua, di mana yang pertama diadakan untuk mahasiswa angkatan 2019. Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan tersebut, lulusan itu akan melihat masa depan dalam tiga hal. Pertama studi lanjut, bekerja di tempat yang ditujunya, dan berwirausaha. Terutama bekerja sama dengan PWI Jabar, di mana kolaborasi kali ini adalah melaksanakan project workshop digital journalism yang diprogramkan Prodi Ilmu Komunikasi.
"Ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Setelah mengikuti workshop ini, mahasiswa akan memperoleh sertifikat tentang kompetensi dasar. Sertifikat ini dapat dimanfaatkan saat mereka masuk dunia jurnalis bahkan konten kreator di media sosial" jelasnya. (Z-10)
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Bagi Muhammad Abdurrahman Azzam, masa kuliah justru menjadi pintu masuk untuk terlibat langsung dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved