Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) Jakarta mengukuhkan enam guru besar dalam upacara pengukuhan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna kampus tersebut.
Rektor Universitas Pancasila Prof Dr Edie Toet Hendratno di Jakarta, Selasa (12/12) mengatakan, keenam guru besar yang diangkat itu memiliki kontribusi dalam bidang keilmuannya masing-masing.
"Guru besar yang baru diangkat ini telah menjalani proses seleksi yang ketat sesuai regulasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi," kata Edie Toet Hendratno.
Baca juga: Universitas Prasetiya Mulya Beri STEM Award 2023 untuk Tujuh Lulusan Terbaik
Prof Dr Edie berharap keenam guru besar Universitas Pancasila yang baru dikukuhkan itu dapat menjaga dan menyebarluaskan keilmuan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
"Pengukuhan guru besar Universitas Pancasila sebanyak enam orang sangat penting untuk menguatkan perkuliahan," kata Edie Toet Hendratno.
Ia juga menyebutkan bahwa Universitas Pancasila pada 2021 telah mengukuhkan tiga orang guru besar. Kemudian, pada 2022 ada lima guru besar lagi yang dikukuhkan.
"Pada tahun ini mencatat paling banyak guru besar Universitas Pancasila, ada enam orang guru besar," katanya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDikti) Wilayah III Prof Dr Toni Toharudin memberikan apresiasi kepada UP terhadap pencapaian yang mengesankan dari dedikasi keilmuan dan kontribusi yang luar biasa sehingga membuat UP bisa mempertahankan akreditasi unggul.
Hal ini menjadi tanda bahwa kualitas pendidikan UP sudah diakui dan UP menjadi salah satu kampus dengan guru besar terbanyak di DKI Jakarta.
Baca juga: Santri Penerima Beasiswa OSC 2023 Diharapkan dapat Berprestasi dan Berakhlah Mulia
Menurut Prof Toni, kehadiran guru besar sangat krusial karena menjadi penggerak utama dalam penelitian dan pengembangan keilmuan.
"Guru besar adalah orang-orang pilihan yang kita harapkan dapat memberikan arah dan visi dalam pengembangan keilmuan, serta menjadi contoh yang mampu menginspirasi para dosen dan mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik,” kata Toni.
Ia melanjutkan guru besar bukan hanya jabatan biasa, tapi juga panggilan sejarah untuk terus belajar, mengajar dan berinovasi, serta hadir dalam pembentukan karakter, moral dan etika generasi-generasi selanjutnya.
Seorang guru besar juga, terang dia, harus terus menjalin jejaring dalam mengembangkan keilmuannya dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa.
"Semakin banyak guru besar maka semakin besar potensi berkontribusi bagi masyarakat dan kemajuan negara," tutupnya.
Keenam guru besar tersebut adalah Prof Dr Ir Ismail ST MT, Prof Dr Ir Jonbi MM M Si MT, dan Prof Dr re nat Apt Deni Rahmat S Si M Si. Selanjutnya, Prof Dr Apt Ni Made Dwi S S Si M Kes, Prof Dr Ir Budhi Muliawan Suyitno IPM, dan Prof Dr Adnan Hamid SH MH MM. (Ant/S-2)
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem akademik yang kolaboratif mampu melahirkan capaian kelas dunia.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved