Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOLAHAN komoditas kelapa sawit membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tepat. Sebab, sektor ini berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah menyampaikan, kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan
ekonomi di lndonesia. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, industri kelapa sawit telah
menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung.
“SDM (Sumber Daya Manusia) Perkebunan Kelapa Sawit menjadi program yang penting dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan. Sebab, ada sekitar 30% sampai 40% tanaman kita tidak produktif sudah tidak bisa dipanen lagi. Tentu ini membutuhkan SDM yang bisa mengelola dan menumbuhkan kembali 30% sampai 40% itu dan harus segera kita remajakan. Keterbatasan SDM harus kita pacu sehingga perkebunan ini bisa kita Kelola semakin modern,” ungkap Andi dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/11).
Baca juga: Serikat Petani Dorong Hilirisasi Sawit Lewat Kelembagaan BUMDes
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas perkebunan kelapa sawit lndonesia mencapai angka 14,99 juta hektare (ha) pada tahun 2022. Jumlah tersebut meningkat 2,49% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya seluas 14,62% saja.
Andi menyebut, pemerintah sudah melakukan penguatan tata Kelola perkebunan kelapa sawit rakyat atau Satu Sawit Indonesia berkelanjutan. Dengan konsep satu regulasi yang mengatur hulu ke hilir kelapa sawit. Satu paket kelapa sawit untuk peremajaan kelapa sawit (PSR), Sertifikasi ISPO, Sarana dan Prasarana (Sarpras), dan peningkatan kompetensi SDM. Konsep Satu Sawit ini juga melibatkan seluruh elemen dalam industri kelapa sawit melalui kerja inovatif dan kerja kolaboratif.
Baca juga: Wapres Minta Dukungan Yunani Hadapi Sikap Diskriminatif UE Soal Sawit
Andi menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk meremajakan petani kepala sawit salah satunya adalah menjangkau SDM petani swadaya. Melalui dana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ada banyak pelatihan yang gelah diberikan pada 10.642 petani sawit sejak 2021 sampai 2023.
“Mulai dari hulu, atau budidaya menyiapkan benih, sampai ke hilir kita berikan pembekalan, Dan terus
kita perbaiki data perkebunan kita. Jenis pelatihan kita itu ada budidaya, panen, ISPO, informasi pasar, pengelolaan SARPAS, Teknik pemetaan ini untuk memudahkan kita melakukan seluruh rangkaian mulai PSR Peremajaan Sawit Rakyat sampai masa panen,” jelas dia.
Selain itu, lanjut dia, ada pula program beasiswa hingga Sarjana (S2) yang diberikan pada anak-anak pekebun sehingga kemampuan manajerial kebunnya meningkat dan mampu berdaya saing. Mereka yang diberikan beasiswa, diharapkan 60% bisa berbakti untuk kemajuan daerahnya, memberikan banyak pengetahuan sehingga pengelolaan perkebunan kelapa sawit ini bisa juga modern dan mandiri.
Program ini sudah berjalan sejak 2021. Pada 2021 sudah ada 660 orang mendapat beassiwa, 2022 ada 1.000 orang dan tahun 2023 meningkat menjadi 2.000. Rencananya, pada 2024 bisa meningkat ke angka 3.000 sampai 4.000 mahasiswa yang bisa kita danai oleh BPDPKS.
“Tahun ini ada 2.000 orang yang kita sekolahkan dari D3,D1, sampai S1. 2.000 orang yang kita terima dari seluruh Indonesia sudah ada perguruan-perguruan tinggi,” tambah dia.
Dalam hal ini, Kementan juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada. Seperti sekolah vokasi D3 IPB, INSTIPER, STIPER, politeknik ATI padang, UGM, Universitas Diponegoro.
“Untuk wilayah timur kami lagi menginisiasi UNHAS dan universitas cendrawasih agar juga bisa menerima mahasiswa-mahasiswa yang kita terima melalui pendanaan kelapa sawit,” tandas dia.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved