Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIDIKAN bidang science, technology, engineering, mathematics (STEM) di Indonesia peminatnya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang mengikuti, kegiatan STEM+ Wonderlab : Indonesia’s First Student Makerspace Expo yang berlangsung di Ciputra Artpreneur Gallery, Jakarta.
Tidak hanya memberi pengaruh besar terhadap masa depan bidang STEM, kegiatan STEM+ Wonderlab : Indonesia’s First Student Makerspace Expo juga akan membentuk visi baru tentang inovasi pendidikan. Gelombang inovasi baru di dunia STEM terus tercipta.
Acara yang diinisiasi oleh ALL-in Eduspace sebuah independent university consultant yang telah lebih dari 7 tahun membimbing anak-anak Indonesia ini selalu sukses mengantarkan mereka para pelajar masuk ke jurusan kuliah di top university dunia dengan program Admission Mentoring-nya.
Baca juga : CoinEx Charity Kampanye Bantuan Mewujudkan Mimpi di 12 Negara
STEM+ Wonderlab memainkan peran penting dalam menginspirasi para pelajar untuk menjelajahi potensi dan minat mereka baik dalam STEM maupun Arts. Proyek-proyek pelajar yang dipamerkan dalam acara ini mencerminkan semangat dan dedikasi pelajar dalam mengembangkan solusi inovatif untuk permasalahan dunia nyata.
Baca juga Lembaga Ini Tawarkan Beasiswa Studi Keperawatan di Inggris
Dari riset lingkungan hingga teknologi terkini, proyek-proyek ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu konsep terbaru yang diperkenalkan dalam STEM+ Wonderlab adalah makerspace. Konsep ini memberikan definisi ruang di mana para pelajar dapat mendesain, menciptakan, dan eksperimen dengan berbagai konsep STEM.
Makerspace memberi kesempatan kepada pelajar untuk berkreasi, mengembangkan keterampilan teknis, dan menjalani proyek-proyek yang mendukung perkembangan STEM. Konsep ini akan menjadi landasan penting bagi inovasi di masa depan, dan STEM+ Wonderlab telah menjadi langkah awal yang luar biasa.
Acara ini telah membuka jendela yang cerah untuk masa depan STEM di Indonesia dan dunia. Dengan lebih dari 800 peserta yang hadir, STEM+ Wonderlab telah menjadi sumber inspirasi bagi para pelajar yang bermimpi memperoleh pendidikan STEM yang berkualitas.
Semangat dan antusiasme yang dihasilkan dari acara ini akan membantu menciptakan generasi yang lebih terampil dan inovatif dalam bidang STEM, berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
STEM+ Wonderlab telah membuktikan bahwa pendidikan STEM tidak hanya tentang pembelajaran, tetapi juga tentang eksplorasi, inovasi, dan kolaborasi. Demo & Workshop Hands-On STEM+ Tech Xperience memberikan pengalaman praktis dalam berbagai aspek STEM.
Selain itu, tidak hanya untuk para pelajar, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi untuk para orang tua tentang pentingnya peran mereka dalam mendukung masa depan anak-anak mereka, terutama dalam konteks pendidikan STEM.
Materi tentang Creative and Design Thinking dan Collaborative Parenting disampaikan oleh narasumber dari ahli pendidikan dan pendiri perusahaan-perusahaan terkemuka.
Head of Mentoring ALL-in Eduspace Debora Paramitha atau Anne,menegaskan bahwa orang tua tidak perlu bekerja sendiri dalam tumbuh kembang anak.
“It takes a village to raise a child. Orang tua perlu bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti guru dan mentor untuk membantu anak-anak tumbuh kuat secara emosional, sosial, dan akademis. We aim to see and involve in the holistic growth of a child,” ujar Anne.
Tidak hanya itu, STEM+ Wonderlab juga memberikan Pameran Universitas sebagai peluang bagi para peserta untuk menjelajahi berbagai peluang pendidikan di luar negeri dengan jurusan kuliah terbaiknya. Dalam acara ini, para peserta dapat berbicara langsung dengan perwakilan universitas dan mendapatkan informasi yang sangat berharga tentang program-program yang ditawarkan.
Acara ini tidak hanya menjadi jendela menuju masa depan STEM yang cerah, tetapi juga memberikan pengalaman pendidikan yang holistik bagi para pelajar di Indonesia. Semangat inovasi dan pemahaman yang lebih dalam tentang STEM yang diperoleh dari STEM+ Wonderlab yang membantu menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan di dunia STEM.
Dalam waktu yang akan datang, ALL-in Eduspace berencana untuk mengganti namanya menjadi EduALL.
Keputusan ini adalah langkah strategis yang mencerminkan komitmen mereka dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih luas dan menyeluruh kepada para pelajar di Indonesia.
Dengan perubahan nama ini, EduALL akan terus mendukung perkembangan STEM dan menyediakan pendidikan berkualitas yang akan membantu menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.
Teruslah berinovasi dan berkomitmen pada STEM - masa depan ilmu pengetahuan dan teknologi ada di tangan generasi muda kita. (Z-8)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved