Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LINGKUNGAN pesantren bisa menjadi sarang empuk penularan virus tuberkulosis (TB) dengan cepat karena padat, ramai, dan sangat erat. Oleh karena itu dibutuhkan edukasi sebagai upaya preventif agar kasus TB tidak terjadi bahkan menular antar santri maupun guru.
Dalam rangka menyambut Hari Santri 2023 dan Hari Kesehatan Nasional 2023, Lentera Anak berkolaborasi bersama Laznas Bakrie Amanah dan Puskesmas Kecamatan Jagakarsa mengadakan kegiatan Edukasi dan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dan TB kepada para santri di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan.
Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari menjelaskan santri dilakukan skrinning PTM dan TB dengan pendataan berat badan (BB), TB, gula darah, dan Hb. Skrining nanti santri mengisi from apakah mengalami batuk dalam 2 pekan terakhir, keringat dingin, penurunan BB drastis.
Baca juga : Kasus Tuberkulosis di Indonesia Tembus 1 Juta
"Sebagian santri sekitar 50 dari 200 santri dilakukan skrinning acak pemeriksaan sempel dahak apakah mereka memiliki gejala TB atau penyakit lain," kata Lisda dalam edukasi dan skrining PTM dan TBC di Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan, Selasa (14/11).
"Identifikasi diperlukan karena pesantren rentan berkumpul bersama jadi rentan penularan TB karena kalo satu tertular TB semua akan mudah tertular," tambahnya.
Baca juga : Kasus TB Meningkat, Deteksi Dini Harus Diperluas
Edukasi kesehatan ini sesuai dengan program kerja Lentera Anak terkait edukasi, kampanye, advokasi, pemberdayaan anak muda, kajian dan riset terkait hak anak. Sehingga edukasi PTM dan TBC ini merupakan bagian dari tugas yang perlu disampaikan pada anak-anak.
Kolaborasi untuk edukasi dan skrining sangat penting karena kesehatan merupakan hak mendasar yang harus dipenuhi oleh orang di sekitar anak baik orang tua, lingkungan, dan lainnya.
"Kita percaya bahwa jika anak terpenuhi hak kesehatan akan tumbuh kembang dengan baik sehingga membetuk SDM pada Indonesia emas. Kita ingin anak-anak harus jadi anak yang sehat. Membesarkan anak butuh dukungan dari lingkungan hingga negara. Jadi perlu banyak orang yang memenuhi hak anak," ujar dia.
Adapun upaya kesehatan di hulu dengan preventif dan edukasi akan mengurangi angka kesakitan di hilir. Anak-anak bagian dari solusi bahwa mereka bisa jadi agent of change ketika mereka mengambil peran maka harus dapat informasi pengetahuan dan wawasan agar jadi hidup lebih sehat.
Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan M. Soleh mengatakan upaya ini juga untuk meningkatkan kualitas generasi muda sebagai penerus bangsa.
"Dengan kualitas generasi muda yang baik maka mereka bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi," ucapnya.
Salah satu santri yakni Zacky mubarrok, 17, mengatakan awalnya ia tidak tahu mengenai TB baik dari penyebab, pengobatan dan sebagainya. Dengan adanya program edukasi dan skrinning setidaknya bisa tahu cara menyikapi pasien TB seperti apa.
"Sebenarnya edukasi ini buat diri kita juga. TB soal penyakit dalam yang saya tahu yang menular pada garis besarnya jadi edukasi sebenarnya buat wawasan kita, sebenarnya awalnya belum tau jadi ikut skrining jadi lebih tau," ungkapnya. (Z-4)
Selain membentuk dirjen pesantren Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan program unggulan seperti beasiswa santri berprestasi dan cek kesehatan gratis dirasakan manfaatnya oleh santri
Pemko Payakumbuh bersama Kemenag Kota Payakumbuh memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 dengan khidmat di halaman kantor wali kota, Rabu (22/10).
Bantuan dan beasiswa diberikan kepada para santri yatim dan duafa di sejumlah daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Upacara peringatan HSN 2025 diisi dengan pembacaan ikrar santri, pertunjukan pencak silat, penampilan Gerak dan Tari MTsN 3 Tuban, dan Drumband MTsN 1 Tuban.
“DULU waktu kita bangun tidur, cemong semua, hitam-hitam di hidung, di muka,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep, KH Miftah Faqih, saat ditemui Media Indonesia, Rabu (22/10).
SEKRETARIS Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut tragedi di Gaza, Palestina saat ini tidak akan terjadi kalau Presiden ke-1 RI Soekarno (Bung Karno) masih hidup.
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai dasar Pondok Pesantren Al Mawaddah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan sedikitnya sembilan santri alami gangguan pernapasan
Tim Phoevaya mengembangkan CalmiBand, sebuah gelang pintar yang dirancang untuk membantu anak autistik dengan memantau tingkat emosi dan stres secara real time.
WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memastikan agar seluruh santri di Indonesia mendapatkan akses program Makan Bergizi Gratis (MBG)
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan karakter santri berbasis kecerdasan kontemplasi. Hal ini disampaikannya saat membuka Expo Kemandirian Pesantren.
Potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Kemkomdigi mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk menjadi 'Sahabat Tunas', generasi muda yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved