Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Sanata Dharma (USD) berkolaborasi dengan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) dan Magister Kajian Bahasa Inggris (KBI) menyelenggarakan event tahunan Language and Language Teaching Conference (LLTC).
Kegiatan itu berlangsung di Ruang Seminar Driyarkara, yang terletak di lantai 2 Auditorium Driyarkara, Kampus II USD dan secara daring melalui platform zoom.
LLTC ke-10 ini mengangkat tema “Paradigm Shift in English Learning: Exploring Hope and Healing for Students”. Setiap tema yang diangkat oleh LLTC memiliki kaitan dengan bidang pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan isu yang terjadi di bidang pendidikan.
Baca juga : EF Spelling Bee 2023 Pacu Anak Cakap dan Percaya Diri dalam Berbahasa Inggris
Karenanya, tema kali ini diusung berdasarkan kondisi dan isu yang sedang terjadi, yaitu terjadinya perubahan paradigma pembelajaran Bahasa Inggris yang dapat memberikan harapan dan kesehatan mental bagi siswa.
“Melalui tema ini, kami berharap bahwa kita bisa menggali ilmu dan berdiskusi tentang perubahan paradigma pembelajaran sehingga bisa membantu siswa untuk mengembangkan diri dengan lebih baik, terutama melalui pendidikan bahasa Inggris,” ungkap Thomas Wahyu Prabowo Mukti, Ketua Panitia LLTC 2023.
Baca juga : Aplikasi Bahasa Inggris ELSA Speach Gunakan Fitur AI
Thomas mengungkapkan, setelah pandemiCovid-19, sifat dan sikap siswa juga berubah. Mayoritas siswa saat ini cenderung lebih ekspresif dan terbuka terhadap diskusi tentang banyak hal, seperti kesehatan mental.
Oleh karena itu, para pengajar pada masa ini mencoba untuk mendidik siswa dengan berfokus pada pengembangan karakter, seperti interpersonal skill siswa.
Rektor USD Albertus Bagus Laksana mengungkapkan dalam sambutannya bahwa generasi muda saat ini telah melalui berusaha secara maksimal untuk beradaptasi selama masa transisi dari pandemi Covid-19.
Masa transisi itu mempengaruhi sifat dan pemikiran mereka terhadap kehidupan. Romo mengungkapkan bahwa mereka perlu dibantu untuk memperdalam pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka selanjutnya.
“Sebagai pendidik, kita bisa membimbing dalam pembentukan karakter dan ilmu yang berguna bagi kehidupan mereka di masa depan. Karenanya, diperlukan pendidik yang terbuka, visioner, dan bisa menyesuaikan dengan konteks sebagai siswa demi pengembangan kesejahteraan pribadi siswa,” papar Romo Bagus.
Konferensi internasional yang dikelola oleh Program Studi PBI, MPBI, dan KBI ini menghadirkan lima narasumber yang terbagi dalam lima sesi. Pada hari pertama, terdapat tiga sesi dengan narasumber Assoc. Prof. Loh Chin Ee (National Institute of Education Singapore) yang dimoderatori oleh Y. Veniranda, M.Hum., Ph.D., FX Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. (Universitas Sanata Dharma) yang dimoderatori oleh FX. Mukarto, Ph.D., dan Dr. Sudha Mishra (XIM University India) yang dimoderatori oleh C. Tutyandari, Ph.D..
Pada hari kedua, terdapat dua sesi yang menghadirkan Dr. Willy A. Renandya (National Institute of Education Singapore) yang dimoderatori oleh Markus Budiraharjo, M.Ed. Ed.D. dan Dr. Nicholas Bremner (University of Exeter, UK) yang dimoderatori oleh Agustinus Hardi Prasetyo, Ph.D..
Setiap narasumber yang mengisi menyampaikan pandangan dan pemahaman terkait perubahan paradigma pembelajaran, terutama pembelajaran Bahasa Inggris, pendidikan inklusif, pendidikan yang berpusat pada siswa, pengembangan kurikulum oleh pendidik dan materi pembelajaran bagi siswa, EAP dan ESP, pendidikan multikultural, pengajaran diferensiasi, teknologi pendidikan, serta sastra dan pendidikan yang berkaitan dengan bahasa, pengajaran bahasa, dan kesehatan mental siswa.
Selain keempat narasumber yang menjadi pembicara utama, dalam LLTC juga terdapat 88 makalah yang dipresentasikan oleh 162 orang penyaji. Para penyaji makalah ini berasal dari internal USD maupun dari insitusi lainnya, yaitu para akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, perwakilan sekolah negeri dan swasta di Indonesia, serta dari institusi luar negeri, seperti Singapura, India, Mongolia, Filipina, dan Bangladesh. (Z-5)
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Peneliti berhasil memodifikasi senyawa psilosin dari jamur ajaib untuk mengobati depresi tanpa efek samping "fly".
Penggunaan AI sebagai sarana terapi mengungkap fenomena "gunung es" kekerasan seksual ritual di Inggris. Pakar kepolisian mulai gelar pelatihan khusus.
Anak-anak melakukan aktivitas di ruang terapi Lumina Counseling and Therapy Center di Tangerang.
Gekira merekomendasikan pemerintah untuk menyusun regulasi pembatasan gawai berdasarkan usia.
Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti rangkaian ibadah umroh, pembelajaran Al-Qur’an, serta pengambilan sanad Al-Qur’an
Implementasi solusi AI seperti EliteMentor merupakan kebutuhan strategis FPIK dalam proses pengembangan metode pembelajaran.
Tingginya minat orangtua terhadap peluang beasiswa ke China dan Taiwan menjadi alasan meningkatnya kebutuhan kursus Mandarin.
Salah satu kelompok siswa meneliti potensi UMKM lokal seperti pengolahan produksi krupuk emping dan kerajinan industri kreatif.
Pada usia 5 tahun, koneksi yang dibentuk oleh pengalaman sehari-hari dalam bermain, eksplorasi, belajar, akan secara harfiah membangun arsitektur otak mereka.
Ajang ini sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan inisiatif Corporate Citizenship melalui pilar pendidikan sebagai pilar terbesar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved