Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS BSI melahirkan guru besar pertama, Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi MKom MM MPd IPU Asean Eng, yang dikukuhkan langsung oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, di BSI Convention Center, Bekasi, Rabu (1/11).
Pengukuhan Prof Mochamad Wahyudi yang juga Rektor Universitas BSI ini dihadiri Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta Prof Dr Toni Toharudin, Pembina Yayasan Bina Sarana Informatika Herman P Harsoyo, Ketua Yayasan Bina Sarana Informatika Efriadi Salim, serta sejumlah pengurus Yayasan Bina Sarana Informatika Ir Naba Aji Notoseputro, Sigit Swasono Djauhari, dan Surachman Pusung T.
Baca juga: Ukrida Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen
Dalam orasi ilmiahnya, Wahyudi mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan Bina Sarana Informatika Efriadi Salim atas dukungan luar biasa dari sisi moril dan materiel sehingga dapat terus berkarya dan membawa nama baik Universitas BSI dimanapun berada.
“Terima kasih juga saya ucapkan untuk semua jajaran civitas akademika Universitas BSI yang memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada saya untuk terus berkarya dan membantu menyelesaikan tugas sebagai Rektor Universitas BSI serta terus menyemangati saya untuk belajar, belajar, dan belajar,” ucap Wahyudi.
Sementara itu, Efriadi Salim mengungkapkan selain menjadi profesor atau guru besar pertama di Universitas BSI, Wahyudi diharapkan akan menjadi cikal bakal lahirnya guru besar lainnya di Universitas BSI.
Baca juga: Dua Dekan UMJ Dikukuhkan sebagai Guru Besar
“Keberhasilan ini akan jadi inspirasi bagi dosen lainnya di lingkungan Universitas BSI untuk semakin terpacu belajar agar menjadi guru besar. Rektor Kampus Digital Kreatif Universitas BSI Prof Wahyudi akan jadi sejarah guru besar pertama di Universitas BSI,” ungkapnya.
Teman sejawat yang juga Rektor Universitas Nusa Mandiri Prof Dwiza Riana menyatakan pengukuhan guru besar merupakan puncak pencapaian seorang dosen.
Hal ini jadi salah satu momen penting dalam dunia akademik. Menjadi pengakuan atas prestasi, pengetahuan, dan kontribusi luar biasa dari seorang akademisi dalam bidangnya.
“Pengukuhan guru besar adalah capaian yang patut diapresiasi. Semoga ilmu dan wawasannya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya dan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan terus berlanjut, serta menjadi inspirasi bagi semua dosen di Universitas BSI khususnya untuk meraih guru besar,” tutup Dwiza. (RO/S-2)
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Tiga universitas yang meluncurkan program pendidikan dokter spesialis, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Universitas Katolik Atma Jaya dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Universitas Esa Unggul kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Silver Winner di ajang Anugerah Diktisaintek 2025.
Dengan sistem pembelajaran yang mengikuti standar dunia, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan yang relevan, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis
Universitas Esa Unggul Bekasi menawarkan 10 Fakultas Dan 38 Program Studi dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi di berbagai bidang.
Brian menambahkan keberadaan PTS sangat penting dalam mendongkrak Angka Partisipasi Kasar atau APK perguruan tinggi.
Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) meminta kepada pemerintah untuk tidak lagi menganaktirikan perguruan tinggi swasta dengan perguruan tinggi negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved