Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
STARTUP NalaGenetics telah meluncurkan produk terbarunya, MammoReady, yang merupakan tes prediksi risiko kanker payudara. MammoReady menggabungkan analisis DNA yang komprehensif untuk memperkirakan risiko kanker payudara berdasarkan tiga aspek utama: Risiko Poligenik, Risiko Klinis, dan Risiko Monogenik.
Risiko Poligenik memberikan penilaian berdasarkan skor untuk memprediksi risiko seseorang mengembangkan kanker payudara dalam lima tahun ke depan. Risiko Monogenik mempertimbangkan faktor genetik tertentu dengan memeriksa gen seperti BRCA1 dan BRCA2, yang dikenal terkait dengan kanker payudara. Terakhir, Risiko Klinis mengevaluasi individu berdasarkan kombinasi faktor risiko klinis dan genetik, yang digunakan untuk mengkategorikan mereka ke dalam risiko tinggi atau risiko rata-rata.
Levana Sani, CEO NalaGenetics, mengungkapkan pengembangan produk MammoReady dipengaruhi oleh pengalaman pribadi timnya dalam menghadapi masalah kesehatan dan risiko kanker. Sebuah pengalaman pribadi yang melibatkan kebingungan mengenai langkah apa yang seharusnya diambil dalam situasi yang serupa menjadi inspirasi untuk menciptakan alat deteksi dini seperti MammoReady.
Baca juga: Pemeriksaan Dini Kanker Payudara Perbesar Peluang Kesembuhan
"Tentunya tes prediksi ini tidak terbatas pada penyakit kanker saja, NalaGenetics ke depannya sedang mempelajari berbagai penyakit krusial yang dapat dilakukan tes prediksi sebelumnya,” ujar Levana, Sabtu (21/10).
Konteks yang menjadi latar belakang penting dari MammoReady adalah rendahnya kesadaran deteksi dini kanker payudara. Menurut Samuel J Haryono, seorang spesialis bedah onkologi di RS Siloam MRCCC, kanker payudara menduduki peringkat pertama sebagai penyebab kematian di dunia. Kanker ini memiliki banyak penyebab, termasuk faktor genetik, gaya hidup, dan faktor hormonal. Untuk mengurangi tingkat kematian dan keparahan kanker payudara, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dini dan screening, terutama bagi perempuan.
Baca juga: Kanker Payudara: Tak Kenal maka Tak Aware
"Hadirnya alat tes prediksi yang cukup mudah digunakan menjadi alternatif pemeriksaan secara dini kanker payudara dan penggunaannya cukup mudah,” tutur Samuel.
MammoReady hadir sebagai alat tes prediksi yang mudah digunakan. Tes ini hanya melibatkan tiga langkah sederhana: pengumpulan sampel dengan swab non-invasif yang dapat dilakukan di rumah, pengujian genetik, dan penerimaan hasil. Hasil tes dapat diharapkan dalam waktu 4-6 minggu, yang akan disampaikan dalam format PDF dan melalui aplikasi seluler NalaGenetics yang dapat diunduh dari Google Play (Android) atau App Store (iOS).
Dalam upaya meningkatkan hasil pasien dan mempromosikan perawatan preventif di Asia Tenggara, NalaGenetics berkomitmen untuk menghadirkan MammoReady sebagai alat yang dapat memberikan dampak signifikan pada industri bioteknologi dan masyarakat umum.
Eric Aria Fernandez, PhD, Risk Prediction Product Manager NalaGenetics, menjelaskan bahwa hasil tes MammoReady akan memberikan prediksi yang mengkategorikan individu ke dalam dua kategori, yaitu Average (risiko yang sebanding dengan masyarakat umum) dan Elevated (risiko yang lebih tinggi dari masyarakat umum).
"Pahami juga bahwa ini bukanlah diagnosa, melainkan prediksi yang memberikan rekomendasi mengenai langkah-langkah yang sebaiknya didiskusikan oleh dokter yang bertanggung jawab,” ungkap Eric.
MammoReady dirancang untuk memberikan alternatif pemeriksaan dini kanker payudara yang mudah digunakan, memungkinkan individu untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka dan mengurangi risiko yang terkait dengan kanker payudara.
(Z-3)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Pendekatan yang bersifat administratif-finansial ini membuat sistem kesehatan menjadi reaktif.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
AbadiNusa memulai langkah sebagai usaha distribusi alat laboratorium dan alat kesehatan dengan keyakinan atas pentingnya akses alat kesehatan berkualitas.
Penguatan daya saing industri kesehatan nasional dinilai semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan layanan medis, dan ketatnya persaingan global.
Tes laboratorium presisi menjawab berbagai masalah kesehatan, mulai alergi yang tidak kunjung membaik, demam berulang pada anak, hingga berat badan yang turun naik atau yoyo.
Ketua Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Andri Noviar menyampaikan bahwa banyak pelaku usaha alat kesehatan menyebut kondisi saat ini sebagai masa berduka bagi dunia alat kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved