Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KAJIAN Koalisi Seni menemukan implementasi tahun pertama distribusi dana abadi kebudayaan melalui program Dana Indonesiana dilingkupi sejumlah tantangan.
Di tingkat daerah, minimnya informasi dan layanan pendukung membuat pelaku seni budaya yang jauh dari Jakarta sulit mengakses dana tersebut. Dari 300 proposal yang lolos seleksi Dana Indonesiana pada 2022, 200 di antaranya masih berasal dari pulau Jawa.
“Perlu membuat sumber pendanaan lain di tingkat daerah,” ujar Ketua Pengurus Koalisi Seni, Kusen Alipah Hadi, seperti dilansir keterangan resmi, Senin (16/10).
Baca juga: Anggaran Pendidikan 20% untuk Siapa?
Kajian berjudul “Dana Abadi Daerah untuk Kebudayaan: Seberapa Mungkin Jadi Kenyataan?” disusun sebagai rekomendasi pembentukan dana abadi daerah untuk seni budaya yang diajukan Koalisi Seni untuk menjadi topik bahasan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI), pada Oktober 2023.
Kusen Alipah Hadi mengatakan, Koalisi Seni menilai anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah untuk bidang kebudayaan teramat minim. Di Kota Pontianak misalnya, alokasi anggaran untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2022 hanya 0,032% dari total APBD.
Sementara di Kota Makassar, APBD yang dialokasikan untuk bidang kebudayaan pada tahun yang sama sebesar 0,48%.
Baca juga: 24 Seniman Asia Pasifik Berpameran di Museum Macan
"Setali tiga uang, minimnya anggaran kebudayaan diperburuk dengan tata kelola informasi yang tidak transparan. Pelaku seni budaya di berbagai daerah jarang mengetahui bagaimana dana tersebut dapat diakses, siapa yang dapat mengakses, dan seberapa banyak yang telah dimanfaatkan. Sebagian pelaku seni menyebutkan tidak ada strategi pendanaan kebudayaan yang memadai di tingkat daerah," tuturnya.
Kondisi ini memunculkan urgensi pendanaan lewat mekanisme lain yang lebih mendukung. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan berpedoman pada UU No. 1 Tahun 2022 yang memandatkan pembentukan dana abadi daerah.
Selain karena tujuan pemanfaatannya yang harus berkaitan langsung dengan kemakmuran masyarakat, dana abadi daerah dapat menjadi potensi pemerintah setempat membentuk strategi pendanaan untuk seni budaya yang lebih kontekstual.
“Namun, harus menempuh banyak langkah untuk menuju ke sana, bahkan, Peraturan Pemerintah yang mengatur tata cara pembentukan dan pengelolaannya masih proses pengesahan,” tambah Koordinator Penelitian Koalisi Seni, Ratri Ninditya.
Baca juga: Kebudayaan Diharapkan Beri Sumbangsih pada Agenda Penyelamatan Bumi
Adapun syarat utama pembentukan dana abadi daerah adalah memiliki kapasitas fiskal yang tinggi dan terpenuhinya pelayanan dasar. Pemenuhan tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Sementara kebudayaan, diatur pemerintah sebagai urusan wajib non pelayanan dasar.
“Cita-cita dana abadi daerah untuk kebudayaan dilingkungi syarat berlapis. Yang pertama, pemerintah daerah perlu memastikan daerahnya memenuhi syarat untuk membentuk dana abadi daerah. Setelah hal tersebut terpenuhi, baru kita bisa memikirkan strategi agar urusan kebudayaan dapat diprioritaskan dalam pemanfaatan dana abadi daerah.” Ratri menjelaskan.
Oleh karena itu, Ratri menambahkan, perlu tindak lanjut dari berbagai pihak, baik itu pemerintah pusat dan daerah maupun pelaku seni budaya, dalam mendorong pembentukan dana abadi daerah untuk bidang kebudayaan.
(Z-9)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Di tangan Garin Nugroho, Yogyakarta tampil bukan sekadar sebagai kota tujuan wisata, melainkan ruang hidup tempat tradisi dan kreativitas bertemu.
Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini mengembangkan prototipe produk menggunakan metode SCAMPER.
Kebudayaan memiliki nilai strategis bagi Jawa Tengah,
Mengenali, memahami, dan berbagi pengetahuan tentang budaya lain menjadi kunci penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka dan berwawasan global.
Usia Situs Gunung Padang berupa pundan berundak di daerah itu dibangun pada 6.000 Sebelum Masehi (SM).
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved