Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUBUNGAN usaha manusia dengan kehendak Allah subhanahu wata'ala disampaikan dalam Surat Al-Anfal ayat 17. Ini terkait perang Badar antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy dan pertolongan Allah.
Bagaimana tafsir tentang Surat Al-Anfal ayat 17? Berikut penjelasannya oleh Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri, Jawa Timur.
Fa lam taqtuluuhum wa laakinnallaaha qatalahum wa maa ramaita idz ramaita wa laakinnallaaha ramaa, wa liyubliyal mu' miniina minhu balaa an hasanaa, innallaaha samii'un 'aliim.
Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 286 tentang Usaha Manusia dan Takdir Allah
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
"Ayat ini ialah ayat yang memperkuat kasb (usaha) bagi manusia. Membunuh dan melempar ialah kasb manusia dan ciptaan Allah ta'ala," ujar Asyari.
Fa lam taqtuluuhum wa laakinnallaaha qatalahum.
Baca juga: Tafsir Al-An'am Ayat 101 tentang Allah Pencipta Segala Sesuatu
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka
Makna ayat ini, bukan kalian yang telah (menciptakan perbuatan) membunuh orang-orang musyrik, tetapi Allah yang (menciptakan perbuatan) membunuh terhadap orang-orang musyrik. Pada bagian awal Allah menafikkan penciptaan perbuatan membunuh dari umat Islam. Ini karena manusia hanya melakukan kasb berperang dan membunuh orang-orang musyrik.
Baca juga: Tafsir Ayat Allah Maha Kuasa terhadap Segala Sesuatu
Pada bagian kedua, Allah menegaskan bahwa Allah yang menciptakan perbuatan membunuh yang diusahakan umat Islam terhadap orang-orang musyrik.
Wa maa ramaita idz ramaita wa laakinnallaaha ramaa.
Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar.
Baca juga: Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 22: Tuhan Mustahil Berbilang
Makna ayat ini, bukan kamu (menciptakan perbuatan) melempar (debu ke arah mata orang-orang musyrik) ketika kamu (berkasb) melemparkan debu tetapi Allah yang (menciptakan perbuatan) melempar tersebut.
Pada bagian awal, Allah menafikkan penciptaan perbuatan melempar debu dari Rasulullah yang telah melakukan usaha melempar. Pada bagian kedua, Allah menegaskan bahwa Allah yang menciptakan perbuatan melempar pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Baca juga: Ayat Kursi dengan Terjemahan dan Tafsir Sekilas
Ayat ini terkait dengan perang Badar. Ketika itu jumlah umat Islam sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah orang-orang musyrik Quraisy.
Dalam peperangan tersebut, malaikat Jibril meminta kepada Nabi untuk melemparkan debu ke arah orang-orang musyrik. Debu itu dengan kehendak Allah sampai ke mata orang-orang musyrik, sehingga mereka tersibukkan dengan mata mereka, dan mengalami kekalahan.
Baca juga: Surat Al-Ikhlas dan Terjemahannya, Penyebab Turun, Tafsir Sifat Allah
Itulah hubungan antara usaha manusia dengan kehendak atau takdir Allah. Semoga semakin dipahami. Wallahu a'lam. (Z-2)
Bedah tuntas Surat Nuh: Latar belakang Asbabun Nuzul, strategi dakwah 950 tahun, rahasia dahsyatnya Istighfar (Ayat 10-12), dan keutamaan membacanya.
SURAT Al-Ma'arij adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki muatan psikologis dan eskatologis (ilmu akhirat) yang sangat kuat.
Kegiatan validasi ini melibatkan para ulama, akademisi, seniman serta pegiat budaya. Nantinya, usai proses validasi ini selesai, akan berlanjut pada proses pencetak.
Keberhasilan penyelenggaraan STQH harus memenuhi lima parameter utama,
MUKJIZAT Al-Qur'an tidak hanya terkait dengan kisah masa lalu sebelum kedatangannya, tetapi juga prediksi masa depan ketika itu seperti kemenangan umat Islam dan Romawi.
MUKJIZAT Al-Qur'an kali ini tentang informasi selamatnya tubuh Firaun yang menentang Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Langsung saja klik artikel ini untuk lebih jelasnya.
Pelajari makna mendalam Surat Al-Mumtahanah, asbabun nuzul tentang kisah Hatib bin Abi Balta'ah, serta keutamaan membacanya untuk memperkuat iman.
Berawal sebagai aplikasi belajar mengaji, ngaji.ai kini bertransformasi menjadi pendamping ibadah harian yang selalu ada dalam genggaman.
Pelajari asbabun nuzul Surat Al-Hasyr, pesan pokok tentang ketakwaan, serta keutamaan luar biasa membaca tiga ayat terakhirnya bagi umat Muslim.
SIMULASI Al-Qur’an bahasa isyarat Indonesia menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir.
Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti masih adanya tantangan dalam pembinaan keagamaan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved