Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI mahasantri (mahasiswa santri) menjadi pilihan para mahasiswa yang akhirnya memutuskan untuk mondok di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok sembari menjalankan studinya di universitas. Menyelesaikan dan menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dan kepesantrenan bukan hal yang mudah.
Akan tetapi di tahun ini, sebanyak 16 wisudawan berhasil menyelesaikan misi belajar mereka di pesantren. Mereka diharapkan bisa menyebarkan kebermanfaatan sesuai dengan profesi serta keahliannya di masyarakat.
"Lulus dari Al-Hikam bukan berarti selesai menjadi santri. Wisuda bukan berarti berhenti menjadi santri tetapi hanya menyimbolkan selesai belajar di Al-Hikam dan harus tetap dilanjutkan belajar di tempat lain," ujar pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok H.M. Yusron Shidqi, Lc MAg dalam keterangan pers, Sabtu (30/9).
Baca juga: Gandeng Pesantren, SKSG UI Cegah Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
Pengasuh pesantren yang akrab disapa Gus Yus juga menyampaikan bahwa dunia pesantren menyeimbangkan kebutuhan ilmu agama dan ilmu umum.
Jembatani Ilmu Umum dan Agama
Karenanya, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab hal tersebut. Mengingat, tujuan utama didirikannya pesantren yaitu untuk menjembatani mahasiswa yang belajar ilmu-ilmu umum agar tetap bisa belajar agama di tengah kota.
Dalam kesempatan ini Gus Yus juga memberikan apresiasi kepada wisudawan dan ucapan terima kasih kepada dewan pengajar Al-Hikam Depok yang telah mendidik dan menemani santri-santriwati dengan sabar dan penuh keikhlasan selama empat tahun.
Acara wisuda dilanjutkan dengan rangkaian prosesi wisuda dan pembacaan janji alumni. Selain itu, acara juga disertai dengan berbagai sambutan mengharukan dan ucapan syukur baik dari perwakilan wisudawan, wali wisudawan, wali santri baru, santri baru yang akan dikukuhkan, serta sambutan perwakilan alumni yang memberikan motivasi pasca lulus dari pesantren.
Baca juga: Sujud Syukur Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor
Puncak acara, orasi ilmiah dibawakan oleh Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D., dengan paduan tema orasi tentang Santri Berkontribusi di Kancah Internasional: Menjaga Tradisi, Mengembangkan Inovasi.
Athor Subroto menyampaikan bahwa disrupsi teknologi dan mega disrupsi pandemi menjadi tantangan dunia internasional kini.
“Adanya efek geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi yang membuat kehidupan kadang tidak seimbang. Belum lagi pemanasan global dan perubahan iklim yang hingga saat ini menjadi perhatian utama masyarakat dunia,” ucapnya.
Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Ponpes dan Santri Diharap Tingkatkan Tanggap Bencana
Dibutuhkannya kesiapan mental dan fisik yang baik untuk menghadapi adanya transformasi digital yang bergerak dengan cepat. “Ada banyak cerita yang pintar secara akademik tetapi tidak cukup siap menghadapi perubahan dalam transformasi digital ini. Tidak siap menerima perubahan," ujar Athor.
Ia juga menyampaikan, tanpa mengenal tradisi yang baik maka transformasi ini bisa menjadi sesuatu yang membahayakan. Menurutnya, pintar secara akademik saja tidak cukup mendapatkan kesiapan dalam hal perubahan transformasi digital yang sangat cepat.
Athor menyampaikan dengan adanya penguatan ilmu agama yang didapatkan di pesantren menjadi pondasi baik untuk menyambut segala bentuk perubahan.
“Saya kira Anda akan lebih siap, karena mental dari pesantren saya kira akan lebih cepat bisa beradaptasi dan memiliki tradisi yang membuat sesuatu itu jauh lebih smooth ketika terjadi perubahan dan ini yang tidak didapatkan oleh banyak mahasiswa lain yang tidak melengkapi dirinya dengan ilmu agama,” kata Athor dalam orasi ilmiahnya.
Baca juga: Peringati Maulid Nabi, Ponpes dan Santri Diharap Tingkatkan Tanggap Bencana
Dalam wisuda yang dihadiri oleh wali santri baru dan wali wisudawan ini, Athor juga turut menyampaikan tentang hal yang harus dilakukan kita sebagai santri untuk terus menjaga yang sudah ada dengan menerima yang baik dan yang baru.
“Selain itu, inovasi berjalan natural sesuai kondisi yang dihadapi seiring dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan,” katanya.
Sebelum menutup orasinya, Athor berpesan agar para santri maupun wisudawan dapat terus merawat tradisi dan melakukan inovasi, karena inovasi akan muncul untuk menghilangkan keluhan pada proses.
“Mudah-mudahan tradisi selama ini yang telah kita junjung semoga mendorong inovasi dan membuat kehidupan menjadi positif,” pungkas Athor. (S-4)
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Bank Woori Saudara melalui Kantor Cabang Subang menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi mahasiswa Universitas Mandiri Subang pada Februari 2026.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Wisuda merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik lulusan. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved