Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), bakal menggelar musyawarah nasional atau munas alim ulama dan konferensi besar atau konbes pada 18-20 September mendatang. Tema yang diangkat dalam agenda tersebut yaitu Mendampingi umat, memenangi masa depan.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar NU Yahya Cholil Staquf, tema itu dipilih karena pihaknya sedang merancang satu set agenda dan program yang diorientasikan pada pendampingan masyarakat di akar rumput. "Terkait berbagai macam hajat hidup mereka sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (2/9).
Adapun NU memaknai tema memenangi masa depan dengan akselerasi dan adopsi kemajuan teknologi yang dibutuhkan agar masyarakat lebih siap menghadapi serta mengantisipasi dinamika yang terjadi. Selain teknologi, Gus Yahya menyoroti dinamika internasional dan situasi ekonomi sebagai tantangan yang mesti dihadapi masyarakat.
Baca juga: Tujuan Pendirian Nahdlatul Ulama serta Visi Misinya
Dari segi ekonomi, pihaknya menilai Indonesia menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. NU sepakat dengan berbagai pakar ekonomi bahwa saat ini Indonesia mencapai titik krusial yang harus dihindari. "Sekarang mencapai titik krusial untuk menghindari middle income track," jelas Gus Yahya.
Munas dan konbes merupakan dua agenda yang berbeda. Munas Alim Ulama merupakan kegiatan yang menghadirkan para ulama di lingkungan NU untuk membicarakan berbagai macam masalah agama, khususnya terkait kehidupan bangsa serta hajat masyarakat adat.
Baca juga: Keturunan Syekh Sewulan, Muhadjir Mengaku Akrab dengan Tradisi NU
Konbes adalah forum yang diisi para pengurus NU di tingkat provinsi seluruh Indonesia untuk membahas organisasi. Dua acara itu, lanjut Gus Yahya, bakal digelar di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur. "Insya Allah akan dibuka oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo," pungkasnya. (Z-2)
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
rekonsiliasi dinilai rasional untuk mengakhiri konflik PBNU. Pengamat politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno menilai, kesepakatan menggelar Muktamar PBNU bersama dua kubu
Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12), menyepakati penyelenggaraan Muktamar PBNU ke-35
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sepakat waktu Muktamar NU ditentukan bersama melalui kepanitiaan hasil tabayun di Pesantren Lirboyo.
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberi pesan kepada umat Kristiani yang merayakan natal 2025 agar bersama-sama hidup bergembira.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, memastikan akan memenuhi undangan silaturahim dari para kiai sepuh dan mustasyar Nahdlatul Ulama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved