Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Danone-AQUA telah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan air secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Terkait hal tersebut, pada Selasa (8/8), Danone-AQUA memperluas cakupan kerja sama dengan dengan Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantel) Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dalam memvalidasi dan menghitung dampak positif terhadap air (positive water impact) melalui konservasi air secara objektif dan berbasis ilmiah.
Hingga tahun 2023, kerja sama kajian validasi ini telah dilakukan di tiga lokasi Danone-Aqua, yaitu di Sukabumi dan Lido, Jawa Barat, serta Klaten, Jawa Tengah. Danone-AQUA juga akan diperluas ke berbagai daerah operasional lainnya hingga tahun 2028 mendatang.
Baca juga: Danone-AQUA Berkolaborasi Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan
Penandatangan kerja sama tersebut berlangsung dalam acara Business Talk yang bertajuk “Kontribusi Talenta BRIN dalam Layanan Teknologi untuk Mendukung Pengembangan Bisnis, Peningkatan Daya Saing, dan Kemandirian Industri Nasional” dan diselenggarakan di Gedung B.J Habibie, BRIN, Jakarta.
Direktur Water Resources, Sciences, and Process Technology Danone-AQUA, Azwar Satrya Muhammad, mengatakan, “Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mencapai komitmen Positive Water Impact di Indonesia pada 2030."
Kembalikan Lebih Banyak Air ke Alam dan Masyarakat
"Positive Water Impact kami maknai sebagai upaya untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam dan masyarakat dibanding yang kami gunakan dalam proses produksi," jelas Azwar.
Baca juga: Rahasia Pengelolaan Sumber Daya Air Danone-Aqua
"Bersama berbagai mitra, kami telah mengembangkan berbagai inisiatif konservasi air secara terintegrasi dengan pendekatan berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu hingga ke hilir," terangnya.
"Untuk mengukur dampak berbagai inisiatif tersebut, kami juga telah melakukan kerja sama dengan beragam pemangku kepentingan, salah satunya dengan kerja sama layanan teknologi dari Pusyantek BRIN berupa kajian validasi dampak dari konservasi air dan memperluas cakupan kerjasama tersebut pada hari ini,” papar Azwar.
Danone-AQUA menjalin kerja sama dengan BRIN sejak 2021 dalam melakukan kajian validasi melalui metode pengukuran dampak penatalayanan air yang mengadaptasi metodologi Volumetric Water Benefit Accounting (VWBA) dari World Resources Institute.
Baca juga: Ketahanan Air Nasional Tuntut Keseimbangan Pemanfaatan dan Konservasi
Metode perhitungan ini diterapkan pertama kalinya di Indonesia untuk mengkuantifikasi dampak positif yang dihasilkan dari berbagai inisiatif penatalayanan air termasuk konservasi dan penyediaan air bersih.
Metode itu juga dianggap berkontribusi dalam mengurangi tantangan terkait keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung pencapaian tujuan SDGs nomor enam.
Kepala Pusyantek BRIN Dr. Yenni Bachtiar, mengungkapkan, “Pusyantek BRIN memiliki peranan penting dalam berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan berbasis Iptek melalui kegiatan layanan teknologi."
"Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan mitra, termasuk Danone-AQUA," katanya.
Baca juga: Program Konservasi PE-POMI Bantu Warga Desa Binor di Probolinggo Bisa Dapatkan Air Bersih
"Melalui inisiatif ini, kami berharap produk-produk inovasi dan kajian yang telah kami hasilkan dapat menggandeng mitra-mitra baru sebagai pengguna layanan BRIN, serta meningkatkan daya guna produk riset agar dapat memberikan kontribusi positif di kalangan masyarakat," terang Yenni.
"Kami juga berharap semoga kerja sama dengan Danone-AQUA dapat berjalan secara berkesinambungan serta dapat menjadi pemantik untuk menginspirasi industri lain untuk bergabung dengan kami sehingga dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Wujudkan Tiga Pilar
Komitmen dampak positif terhadap air (Positive Water Impact) Danone-AQUA diwujudkan melalui tiga pilar, yakni melestarikan sumber daya air dan lingkungan, mendorong sirkularitas air dalam sistem produksi, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat atas air bersih dan sanitasi.
Untuk menjaga sumber daya air, hingga saat ini, Danone-AQUA telah menanam 2,5 juta pohon, membangun 2.100 sumur resapan, mengedukasi masyarakat untuk melakukan pertanian berkelanjutan hingga 350 hektar lahan, membangun Taman Keanekaragaman Hayati di 17 lokasi, dan turut memperkuat 5 Forum DAS (Daerah Aliran Sungai). (RO/S-4)
Dari hasil peninjauan, banyak keluarga masih mengandalkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi.
Menyadari peran penting ibu sebagai teladan gaya hidup sehat, Aqua bersama The Asian Parent menggelar edukasi hidrasi sehat di RS Premiere Bintaro.
Peluncuran Jersey Pemain Ke-12 menjadi wujud apresiasi mendalam bagi para pendukung setia dan pejuang keseharian yang selama ini menjadi pilar kekuatan di balik perjuangan Garuda Squad.
RVM merupakan mesin otomatis yang menerima kemasan botol plastik pascakonsumsi untuk didaur ulang
Mereka melihat langsung proses produksi, pengelolaan sumber air, dan penerapan sistem jaminan halal pada produk AQUA
Masyarakat juga perlu mendapatkan edukasi yang ringan dan mudah diterima berkenaan dengan sumber bahan baku industri AMDK.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
Sebaran penduduk yang tidak merata, terutama di Pulau Jawa dan Bali, menyebabkan tekanan besar terhadap sumber daya air di wilayah tersebut.
KONSERVASI Air di fasilitas produksi harus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan sumber daya air (SDA) dari hulu ke hilir.
PERDANA Menteri (PM) Tajikistan Qohir Rasulzoda tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (18/5) sekitar pukul 17.20 WITA untuk menghadiri World Water Forum ke-10 pada 18-25 Mei 2024.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Banyuwangi melakukan aksi konservasi terumbu karang sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan
Program ini sebagai salah satu upaya mencegah kepunahan ikan-ikan asli sungai Serayu yang membutuhkan peran masyarakat sekitar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved