Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Studi Magister Manajemen Universitas Kristen Krida Wacana (MM Ukrida) menyelenggarakan Gathering Alumni MM, Sabtu (5/8) bertempat di Kampus I Ukrida.
Kegiatan ini mengusung tema Harmoni: Menjalin Kembali Ikatan Alumni, diikuti sejumlah 183 orang, yang berasal dari berbagai angkatan sejak angkatan pertama yakni 1999. Alumni MM Ukrida sejak Angkatan pertama sampai saat ini sudah mencapai sekitar 1.300 orang, yang tersebar di berbagai sektor usaha dan industri, serta institusi lainnya.
Baca juga: IKA MIH UKI Gelar Kerja Bakti Bantu Pemprov DKI Bersihkan Lingkungan
Ketua Panitia Penyelenggara Sjin Phen yang dibacakan oleh Sekretaris Program Studi MM Ukrida, Fredella Colline mengatakan, gathering ini merupakan upaya untuk menjaga kesinambungan ikatan alumni MM Ukrida, serta tetap sukses dalam harmoni kebersamaan.
Baca juga: Fun Walk Ika Undip: Undipkan Jakarta, Sehatkan Indonesia
Adapun Wakil Rektor III Ukrida Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan, Denni Boy Saragih mengatakan, aset terbesar dan yang paling berharga bagi perguruan tinggi adalah alumni.
“Harapan kami para alumni bisa tetap bahagia dan sukses, serta suatu saat ada alumni Ukrida, khususnya Program Studi MM, yang bisa menjadi pejabat di pemerintahan,” ujar Boy lwwat keterangan yang diterima, Selasa (8/8)
Sementara itu, Ketua Program Studi MM Ukrida, Hery Winoto yang juga merupakan alumni angkatan 1999 menilai, gathering ini menjadi wujud branding almamater. Karena kekuatan brand pada setiap stakeholder memiliki manfaat tersendiri, termasuk manfaat bagi alumninya.
“Alumni merupakan merupakan modal sosial bagi perguruan tinggi, terlebih di era digital ini alumni yang memiliki minat berkontribusi akan meningkatkan sustainability sebuah perguruan tinggi. Hal demikian menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk membangun dan membina relasi dengan para alumninya, serta sejauh mana evaluasi terhadap kekuatan image perguruan tinggi dalam pandangan alumninya,” ujar Hery.
Kemeriahan acara Gathering bertambah dengan sharing motivasi meraih sukses oleh Andrie Wongso. Ia mengatakan, kesuksesan adalah hak seseorang yang memiliki motivasi tinggi untuk meraihnya, tentunya harus menggali dan mengembangkan potensi diri seoptimal mungkin. (H-3)
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved