Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LSPR Communication & Business Institute kembali menggelar festival teater yang merupakan acara tahunan sebagai wadah bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi semester pertama menampilkan karya teater dengan berbahasa Inggris.
Bertempat di Amani Palladium Theatre, Kampus LSPR Transpark Juanda Bekasi, Senin (17/7) merupakan hari pertama dari 29th LSPR Theatre Festival dengan penampilan karya berjudul “FEUDO : Let The Revenge Begin” yang disutradarai Tubagus Indra dan Sultan dengan penulis skenario Wulan serta Sultan. Bertindak sebagai Production Manager adalah Cindy Natasya.
Gelaran pertama ini dibimbing Dr Yasmine Yessy Gusman, sebagai dosen, dan Faradyzka Aurora, sebagai asisten dosen. "FEUDO: Let The Revenge Begin” mengisahkan seorang laki-laki bernama Marc yang diperankan Phillip Ciu dari keluarga mafia yang mencari pelaku pembunuh ayahnya (Sulton). Namun, Marc, akhirnya harus menemui ajal di tangan Kristi (Tasya Renata), kekasihnya yang juga merupakan pembunuh ayah Marc.
Selain ketiga tokoh tersebut, "FEUDO: Let The Revenge Begin” juga menampilkan karakter Sofia yang diperankan Vanessa Simorangkir, Jason yang diperankan Kevin, Richard (Alvin), serta Shawn (Oscar).
"Pesan cerita ini Marc seseorang yang di didik dalam keluarga yang keras namun ketika jatuh cinta atau mengenal kasih sayang bisa berubah lembut. Dan tidak disangka adiknya,Kristi yang lembut yang selama ini dilindungi ternyata terlalu tertekan, sakit hati karena ibunya disakiti ayahnya sehingga dendam," ungkap Yessy Gusman.
Mantan artis kondang ini menjelaskan sebanyak 35 mahasiswa kelas bimbingannya merupakan kelas dasar. "Kelas kami namanya Introduction Performing Art merupakan kelas dasar di Sekolah Komunikasi LSPR Jakarta. Di kelas ini proyek nya berkomunikasi dengan berbagai cara, diantara media nya dengan art, art itu bisa musik, tarian, bisa juga teater," ujar Yessy.
Nominator Best Aktris FFI 1981 yang kini aktif di Ikatan Doktor PAUD ini menambahkan ia mengajarkan kepada mahasiswa membuat suatu proyek yang berakhir dengan performence, pertunjukan teater, berupa teater murni, musikal teater, melibatkan tarian dan musik.
"Nah mereka awalnya mengambil cerita yang sudah ada, tetapi sekarang kami menganjurkan membuat script sendiri, original script. nah yang dilihat tadi itu adalah original script yang dibuat sendiri oleh mahasiswa kami yang menjadi sutradara yakni Sultan yang dibantu oleh Wulan," pungkasnya seraya mengaku bangga karya para mahasiswanya tersebut dapat mengekpresikan potensi mereka. (RO/R-2)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved