Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pancasila (UP) menjalin kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk melakukan sosialisasi dan menduniakan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kerja sama itu diteken Rektor UP Edie Toet Hendratno dan Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso di Kampus UP Jakarta, Selasa (18/7), disaksikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina UP Siswono Yudo Husodo serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi.
Baca juga: Pancasila, Ideologi Dinamis dan Nasionalisme Kontekstual
Siswono mengatakan saat ini Indonesia memasuki babak baru dari pelaksanaan pidato Bung Karno yang berjudul To Build the World a New yaitu Pancasila dari Indonesia untuk Dunia.
"Dalam peradaban manusia yang lebih dari 10.000 tahun begitu banyak ideologi yang lahir dan tenggelam. Ideologi yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan maka akan hilang. Sekarang kita mencoba melakukan sosialisasi Pancasila pada tataran dunia," katanya.
Pancasila diperkenalkan pada dunia oleh Presiden pertama RI Soekarno di Sidang Umum PBB di New York, 30 September 1960, dengan pidato berjudul To Build the World a New (Membangun Dunia Kembali).
Dalam pidatonya, Bung Karno menegaskan Pancasila mengandung nilai yang dimiliki juga oleh dua ideologi besar saat itu yaitu Liberal-Kapitalis dan Sosialis-Komunis.
Baca juga: Kaum Muda, Toleransi, dan Pancasila
Menurut Siswono, Pancasila dalam tataran negara secara politik sudah selesai. Organisasi yang tidak sejalan dengan Pancasila tentunya dilarang.
Namun, dalam kehidupan keseharian masih menjadi tantangan mengingat saat ini arus peradaban dan tata nilai, serta ideologi dari berbagai belahan dunia datang hampir tanpa hambatan.
"Untuk itu sosialisasi Pancasila di masyarakat sangat penting," katanya.
Rektor UP Edie Toet Hendratno berharap kerja sama menjadi titik awal dari lahirnya kegiatan-kegiatan bersama untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat umum dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengungkapkan pentingnya kerja sama memelihara, mempertahankan, dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila.
"Saat ini pelajaran Pancasila dipinggirkan dalam kehidupan, sehingga ada rongrongan terhadap Pancasila, maka perlu disikapi dengan kerja sama dengan Universitas Pancasila," katanya. (Ant/S-2)
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved