Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kalian merasakan tangan, kepala, atau anggota tubuh lainnya tiba-tiba gemetar atau bergetar? Bila ya, saat itu, Anda mungkin sedang mengalami tremor pada anggota tubuh tersebut. Lantas, apa sebenarnya arti tremor itu dan apa penyebab dari kondisi ini? Mari kita simak ulasan berikut ini.
Tremor adalah gerakan gemetar yang tidak terkendali yang muncul berulang kali tanpa disadari dan muncul pada salah satu atau beberapa anggota tubuh. Lebih sering, tremor muncul pada tangan, tetapi kondisi ini juga bisa muncul pada bagian tubuh lainnya, seperti kaki bahkan kepala.
Baca juga: Ada Pilihan Lain Bagi Pasien Kanker Paru Selain Kemoterapi
Tremor bisa muncul sesekali atau justru secara terus-menerus. Sebenarnya, keadaan ini tidak selalu menunjukkan kondisi yang berbahaya.
Namun, pada beberapa hal, tremor bisa menandakan adanya gangguan kesehatan lain. Inilah sebabnya, ketika terjadi secara berulang dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan perlu segera dilakukan.
Tremor terjadi karena perubahan pada bagian otak yang bertugas mengatur gerak otot. Perubahan inilah yang selanjutnya menyebabkan kontraksi otot dan menimbulkan gemetar.
Baca juga: Mengenal Hipoglikemia dari Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Sementara itu, penyebab lain dari kondisi ini bisa saja karena pengaruh gangguan kesehatan, seperti:
Selain itu, gugup berlebihan ternyata juga bisa memicu munculnya tremor.
Tidak hanya satu, ternyata tremor memiliki beberapa jenis, antara lain:
Esensial.
Ini adalah jenis yang paling umum. Biasanya muncul pada area tangan, kepala, suara, lidah, kaki, dan tubuh.
Parkinson.
Kondisi yang menjadi salah satu gejala penyakit Parkinson. Biasanya muncul pada area tangan saat beristirahat, dagu, bibir, wajah, dan kaki.
Distonik.
Distonik yaitu gejala yang terjadi pada penyakit distonia (gangguan gerakan yang muncul karena kontraksi otot). Ini dapat terjadi pada seluruh otot tubuh.
Tidak ada metode pengobatan khusus untuk mengatasi tremor. Pada beberapa kasus, penanganan mungkin tidak perlu dilakukan jika tremor yang dialami cukup ringan atau bukan disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu.
Pengobatan biasanya dilakukan dengan mengobati kondisi yang menjadi penyebab tremor. Misalnya, jika tremor disebabkan oleh hipertiroidisme, pengobatan dilakukan dengan mengatasi hipertiroidisme.
Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tremor adalah:
Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan dapat diberikan dokter untuk mengontrol tremor adalah:
Selain obat-obatan, dokter juga dapat menyuntikkan botulinum toxin (botox) ke dalam otot pasien yang mengalami tremor. Suntikan ini akan mengurangi intensitas tremor yang sering terjadi.
Terapi
Beberapa jenis terapi juga dapat membantu pasien dalam mengendalikan tremor serta beradaptasi dengan tremor yang dideritanya sehingga tetap bisa beraktivitas dengan normal. Beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan adalah:
Operasi
Jika tremor sangat parah, sangat mengganggu aktivitas, dan tidak mereda dengan cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya, dokter dapat melakukan pemasangan implan DBS (deep brain stimulation), untuk mengendalikan impuls yang ada di otak. Tindakan ini diharapkan dapat mengurangi tremor, terutama tremor esensial.
Selain itu, dokter juga dapat menyarankan operasi thalamotomy (pengangkatan bagian otak yang dicurigai mencetuskan tremor) agar tremor dapat berhenti. (Z-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Kondisi ini kerap dianggap sepele pada tahap awal, karena gejalanya tidak selalu tampak jelas. Informasi mengenai gejala awal sangat penting untuk dikenali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved